Small forward senior, Andrie Ekayana, menjadi penyumbang poin terbanyak untuk kemenangan CLS, dengan 21 poin yang dikemasnya. Sementara mantan pebasket tim nasional, Mario Wuysang, menyumbangkan 14 poin dan tujuh assists.
Sepanjang pertandingan, CLS bermain stabil dengan mengemas lebih dari 20 poin di setiap kuarternya. Meski demikian, di awal laga, CLS belum mendapatkan satu angka pun hingga tertinggal 0-5 dari Satya Wacana di sisa waktu enam menit 16 detik kuarter pertama.
Tembakan tiga angka Sandy Febiansykah merupakan angka pertama yang diperoleh CLS dalam laga tersebut, dicetaknya pada sisa waktu lima menit 22 detik kuarter pertama. Sejak itu, CLS justru melesat memperoleh 21 poin tambahan untuk menutup kuarter pertama dengan keunggulan 24-13 atas Satya Wacana.
Keunggulan itu terus dipertahankan oleh CLS pada kuarter kedua yang berakhir dengan skor sementara 45-33. Memasuki kuarter ketiga perolehan poin kedua tim selama sepuluh menit melantai cukup ketat, yakni 25 poin untuk Satya Wacana dan 24 poin untuk CLS.
Namun perolehan poin tersebut masih cukup untuk membuat CLS unggul 69-58 kala mengakhiri kuarter ketiga. Di kuarter keempat, CLS justru semakin beringas dan menambah 28 angka dalam perolehan poin mereka.
Akhirnya laga ditutup dengan kemenangan CLS dengan selisih angka 28 poin atas Satya Wacana, dalam kedudukan 97-69.
Kemenangan membuat CLS mengemas 42 poin dari 19 kemenangan dan empat kekalahan, sekaligus untuk sementara merebut posisi puncak dari M88 Aspac Jakarta.