Kemenangan pada laga di Hall Basket A Senayan atas JNE BSC Bandung Utama mengantarkan Aspac kembali ke puncak klasemen sementara dengan perolehan 47 poin dari 21 kemenangan dan lima kekalahan.
Keberhasilan itu mengambil alih dari pesaing mereka Satria Muda Britama Jakarta (46, 21-4) yang hanya menempati puncak klasemen selama beberapa jam setelah menang 86-56 atas Pacific Caesar Surabaya (30, 5-20).
Dua pemain yang paling bersinar dalam keberhasilan Aspac menjuarai NBL 2012-2013 lalu, Pringgo Regowo dan Andakara Prastawa Dhyaksa, kembali berperan signifikan untuk kemenangan kali ini.
Pringgo, pemain terbaik NBL 2012-2013 yang melewatkan dua seri awal musim ini untuk pemulihan cederanya, mencatatkan perolehan 13 poin dan tujuh "rebound".
Sedangkan pemilik gelar debutan terbaik NBL 2012-2013, Prastawa, yang bermain mengenakan "head band" guna melindungi luka robek di pelipis kirinya, mencapai total poin yang sama dengan tambahan dua "rebound" dan tiga "assist".
Sementara itu, pemain berdarah Filipina-Indonesia Ferdinand Damanik kembali diberi kepercayaan pelatih Rastafari Horongbala untuk melantai selama 16 menit tiga detik dengan catatan 11 poin dan tujuh "rebound".
Berdasarkan catatan statistik pertandingan juga terlihat bahwa Aspac berusaha memberikan "minutes play" yang cukup merata kepada para pemainnya, yang ditengarai demi menjaga kebugaran menjelang laga penting melawan Garuda Kukar Bandung (39, 15-9) pada Sabtu (26/04/14) dan Pelita Jaya Energi Mega Persada (45, 21-3) pada Minggu (27/04/14).
Aspac unggul cepat dan mempertahankannya dalam kedudukan sementara 28-13 kala mengakhiri kuarter pertama. Memasuki kuarter kedua, Bandung Utama berusaha bangkit dari ketertinggalan, hasilnya mereka memangkas selisih poin dari 15 menjadi 11 angka.
Kuarter kedua ditutup dengan keunggulan Aspac 42-31 atas Bandung Utama. Pada kuarter ketiga Aspac yang kembali menekan, memperoleh 16 angka tambahan untuk memperlebar lagi jarak keunggulan dalam kedudukan 58-43.
Pertandingan berakhir untuk kemenangan Aspac 74-51, lewat 16 angka yang mereka cetak di kuarter keempat. Bandung Utama dijadwalkan menjadi tim pertama yang angkat koper dari Seri V, mengingat mereka hanya menyisakan satu laga yakni melawan CLS Knights Surabaya (44, 20-4) pada Jumat (25/04/14).