Playoff NBA 2013-2014

Kejutan, Atlanta Bekuk Indiana 98-85

Jumat, 25 April 2014 13:52 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Pacers sebenarnya lebih diunggulkan ketimbang Hawks yang menempati unggulan kedelapan, yang menyelesaikan musim reguler dengan kemungkinan kemenangan di bawah 0,500.

Kolaborasi Teague dan Korver terbukti mematikan. Kedua pebasket andalan Atlanta itu membuat Indiana kelabakan dan akhirnya menyerah 98-85, Kamis malam waktu AS.

Hawks mulai mengambil alih dominasi pertandingan pada kuarter ketiga, periode paling menentukan di antara tiga kuarter lain. Pacers tertahan dan harus sementara tertinggal 1-2. Laga keempat playoff NBA akan berlangsung pada Sabtu (26/04/14) masih di Atlanta.

Hawks sudah memimpin 84-78 pada detik-detik terakhir, ketika Teague melepas tembakan tiga angka sembari berlari di sisi sayap pertahanan lawan. “Aku tahu itu akan jadi tiga angka. Aku berharap wasit juga menghitung demikian,” tutur Teague.

Dan benar, setelah wasit dan kedua pihak melihat rekaman video. Wasit Tony Brothers menjelaskan, para pengadil lapangan melihat dari sisi lain untuk menentukan Teague memang benar mencetak tiga angka. Di bawah regulasi NBA, tembakan itu sah tiga angka, setelah bola dilepas dari tangah Teague, kakinya jelas-jelas masih di dalam arena pertandingan.

Korver menyegel kemenangan Hawks, dengan rangkuman empat angka dan membuat Atlanta unggul 92-80 dengan menyisakan waktu 1:41 detik. Pujian layak diberikan kepada skuad Atlanta, yang membombardir jaring Indiana, dengan torehan 30 poin dari 10 tembakan tiga angka pada babak kedua.

“Pada babak kedua, kami keluar menyerang dan sukses menghasilkan banyak angka dari berbagai tembakan jarak jauh. Setiap pemain bermain dengan baik,” tandas Teague.  Dia membukukan 22 poin, sementara Korver menambahkan 21 angka untuk Atlanta.

Di pihak lawan, Indiana memiliki Lance Stephenson yang menyumbangkan poin terbanyak, 21, dalam laga itu. Luis Scola meluncur dari bangku cadangan dan menorehkan 17 angka, sementara Paul George memberi kontribusi 12 poin. George Hill hanya mampu mengkoversi satu dari 11 tembakan karak dekar, sementara Roy Hibbert masih mandul mencetak angka dari bawah jaring lawan.

“Sebelumnya, kami telah bermimpi meraih kemenangan. Kami seharusnya bisa jauh lebih kuat. Ini tak diperkirakan sebelumnya. Ketangguhan kami kini dipertanyakan,” keluh George.

Hibbert memang tengah mengalami masa sulit, setelah hanya menorehkan hanya 18 poin dalam tiga game yang telah berlangsung, dengan catatan 7 dari 25 shooting.

“Kami harus mengevaluasi segalanya. Dia (Hibbert) tak bermain bagus sepanjang pertandingan playoff sampai saat ini. Tapi, kami masih percaya kepada Roy Hibbert,” tandas head coach Pacers, Frank Vogel.