Aspac Jakarta 64-59 Garuda Bandung

Takluk di Kuarter Terakhir

Minggu, 27 April 2014 00:18 WIB
Editor: Raditya Adi Nugraha
 Copyright:

Penyakit Garuda kambuh kala dikalahkan M88 Aspac Jakarta dengan skor 64-59 setelah sempat unggul hingga tiga kuarter pertama.

"Kami kalah murni karena kesalahan kami sendiri. Ini penyakit lama yang kambuh, inkonsistensi di tengah laga," kata pelatih yang akrab disapa Inal itu seusai kekalahan timnya dalam laga lanjutan Seri V NBLIndonesia 2013-2014.

Inal juga melihat ada perbedaan besar ketika "point guard" andalan mereka ditarik dari lapangan akibat "foul trouble" atau sudah empat kali melakukan pelanggaran.

"Ketika Wendha ditarik keluar, tidak ada yang mau masuk ke dalam termasuk Jojo (sapaan akrab Jonathan Elayday -red)," katanya.

Hal itu, juga diperparah dengan banyaknya "turnover" yang dilakukan oleh para pemainnya, sebanyak 23 kali sepanjang laga yang oleh Aspac berhasil dikonversi menjadi 17 poin.

Berkat kemenangan tersebut, Aspac kembali ke puncak klasemen sementara dengan perolehan 49 poin dari 22 kemenangan dan lima kekalahan, sedangkan Garuda (40, 15-10) tidak beranjak dari peringkat keenam.

"Anak-anak ketika sempat unggul tadi, bahkan sampai di separuh kuarter keempat mereka bermain bagus, sebelum akhirnya ada tekanan Aspac mulai mengejar. Mereka kemudian kacau, dan itu tidak boleh terjadi lagi di laga melawan Satria Muda," ujar Inal yang pernah membal panji Aspac.

Menyambut laga lanjutan melawan Satria Muda Britama Jakarta di  hari terakhir Seri V, Inal menekankan timnya harus mampu keluar dari tekanan.

"Saya akan memperlihatkan lagi rekaman laga kali ini, terutama di empat-lima menit terakhir," kata Inal melanjutkan.

Hasil pertandingan tersebut membuat Garuda untuk sementara memiliki catatan negatif, dua kemenangan dan tiga kekalahan sepanjang Seri V di Jakarta.