NBL Indonesia 2013/2014

Penentuan Pemain Terbaik

Kamis, 8 Mei 2014 20:44 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Berdasarkan data yang dirilis NBL Indonesia, terdapat 10 pemain dari beberapa klub yang bersaing menjadi ‘most valuable player’ (MVP) atau pemain terbaik musim reguler.

Dari ke-10 pemain, klub Pelita Jaya Energi MP Jakarta menempatkan tiga wakil, yaitu Ponsianus "Komink' Nyoman Indrawan, Ary Chandra dan Dimas Aryo Dewanto.

CLS Knights Surabaya dan Garuda Kukar Bandung sama diwakili dua pemain, yaitu adalah Mario Wuysang dan Dimaz Muharri (CLS Knights) dan Diftha Pratama dan Chadistira Pranatyo dari Garuda Bandung.

Tiga kandidat MVP lain adalah pemain senior Rony Gunawan (Satria Muda Britama Jakarta), Bima Riski Ardiansyah (Bimasakti Nikko Steel Malang) dan Merio Ferdiansyah (Stadium Jakarta).

Juara bertahan Aspac Jakarta yang saat ini memimpin sementara hingga seri V pekan lalu di Jakarta menjadi satu-satunya tim papan atas yang pemainnya tidak masuk kandidat MVP musim ini.

"Pemain terbaik NBL akan diumumkan setelah musim reguler berakhir. Siapapun MVP musim ini, dia telah membuktikan diri di setiap pertandingan," kata komisioner NBL Indonesia Azrul Ananda.

Seperti musim kompetisi sebelumnya, pemilihan pemain terbaik berdasarkan kombinasi penilaian dari statistik penampilan (index point of success) dan suara dari pelatih yang dilakukan setiap akhir laga.

Pada NBL Indonesia musim 2012/2013, Pringgo Regowo (Aspac Jakarta) merebut gelar MVP mengikuti jejak Yanuar Dwi Priasmoro (Bimasakti Nikko Steel) dan I Made ‘Lolik’ Sudiadnyana yang meraih gelar serupa pada dua edisi sebelumnya.

Seri terakhir di Surabaya menjadi penutup dari rangkaian lima seri yang telah dijalani 12 kontestan NBL musim ini sejak November 2013, masing-masing di Malang, Jakarta, Solo, Bandung dan Jakarta.