Senat Filipina pada Senin (26/05/14) telah meloloskan permohonan perpindahan kewarganegaraan kepada Blatche, center setinggi 211 meter yang bermain untuk Brooklyn Nets.
“Blatche mungkin adalah center terbaik dari NBA yang bisa kami dapatkan, yang saat sulit menghindari tawaran menarik (dari Filipina) dan pada masa mendatang akan menjadi bagian tim nasional (Filipina),” sebut Senator Edgardo Angara, yang memprakarsai permohonan perubahan kewarganegaraan itu, yang dilansir AFP, Selasa (27/05/14).
Permohonan itu telah dikirimkan kepada Presiden Benigno Aquino, menurut Angara, untuk mendapatkan persetujuan akhir.
Pada Selasa ini juru bicara Kepresidenan Filipina, Abigail Valte, menyatakan, Presiden Aquino belum diberi tahu soal permohonan kewarganegaraan Blatche dan tak bisa berkomentar tentang hal tersebut.
Dari rilis pers yang dikeluarkan Senat pada Senin kemarin, pengiriman permohonan itu berpengaruh memuluskan jalan bagi Blatche untuk bermain di Piala Dunia Basket 2014 di Spanyol pada Agustus nanti. Blatche sendiri telah bermain delapan tahun di arena NBA.
Filipina dikenal sebagai negara bekas koloni Amerika Serikat, di mana basket menjadi olahraga terpopuler di negara itu. Namun,para pebasket top negara itu umumnya memiliki fisik yang lebih kecil dibandingkan pemain negara lain.
Tahun lalu, Filipina mengantongi gelar runner-up di arena FIBA Asia Championship, setelah mengakui keunggulan Iran. Filipina menjadi negara Asia Tenggara pertama yang berprestasi di ajang itu dalam 40 tahun terakhir.
Pada 2011, Filipina menaturalisasi pebasket AS, Marcus Douthit. Dia menjadi motor kebangkitan prestasi basket Filipina di arena internasional.
Blatche pun jadi sandaran utama berikutnya. Pria berusia 27 tahun itu merekam rerata 11,2 poin plus 5,3 rebound untuk Nets di NBA musim ini. Apalagi, tinggi tubuh Blatche sama dengan Douthit. Dengan dua bintang dari AS itu Filipina berharap dapat berbicara banyak di Negeri Matador.