Menjamu lawan di Staples Center, Lakers harus menerima kekalahan dari Rockets. Kobe Bryant dan kawan-kawan dipaksa menerima kekalahan dengan skor 90-108.
Kekalahan dari itu Rockets dicatat menjadi rekor terburuk Lakers dalam 54 tahun. Musim 1960 dicatat sebagai tahun terakhir kali Lakers menelan kekalahan kandang dengan selisih hingga 18 angka.
Meski bermain di kandang, Lakers tak kuasa menghentikan determinasi Rockets. Agresivitas dan ketangguhan Rockets tak lepas dari James Harden dan Dwight Howard. Produktivitas Harden terlihat dari sumbangan 32 poin dan Howard mencetak double-double dengan 13 angka dan 11 rebound.
Kesuksesan mengamankan partai pembuka juga diraih San Antonio Spurs. Juara bertahan ini mengalahkan Dallas Mavericks dalam pertandingan yang berakhir tegang hingga Spurs hanya menang setengah bola dari Mavericks.
Dengan skor akhir 101 berbanding 100, Spurs menumbangkan Mavericks dalam pertarungan yang berlangsung di AT&T Center, San Antonio. Kemenangan tuan rumah ditentukan aksi Tony Parker.
Parker melesakkan tembakan tiga angka saat duel tinggal semenit. Lemparan tiga angka ini menjadi klimaks Parker yang mencetak 23 angka, 3 rebound dan 3 assist. Di belakang, Manu Ginobili menyusul menyumbang 20 poin dan 6 assist.