Bermain dihadapan ribuan pendukungnya Los Angeles Clippers langsung tampil agresif dengan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 20-14. Pada kuarter kedua Spurs unggul 25-22, namun secara keseluruhan Clippers masih memimpin pertandingan dengan catatan 42-39.
Tuan rumah kembali unggul atas tamunya pada kuarter ketiga, di mana Blake Griffin dan kawan-kawan menambah 28 poin, sedangkan Spurs mengoleksi 25 poin. Clippers pun tetap memimpin laga dengan perolehan poin 70-64.
Namun pada kuarter terakhir Spurs menunjukkan jati diri mereka sebagai juara bertahan NBA. Keberhasilan Spurs dalam mendulang poin disertai dengan pertahanan yang kokoh, membuat mereka membalikkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan 89-85.
Pada laga tersebut small forward Kawhi Leonard menjadi bintang kemenangan Spurs. Leonard mencatat 26 poin, 10 rebound, dan tiga assist, padahal pada laga tersebut dia sedang menderita sakit mata.
"Padahal penglihatan saya tidak dalam 100 persen. Tapi saya hanya berusaha untuk tampil maksimal dalam pertandingan, dan mudah-mudahan masalah ini bisa cepat berlalu," kata Leonard seperti dikutip dari situs resmi NBA.
Sementara itu pelatih kepala Gregg Popovich menilai Leonard sebagai bintang masa depan NBA. Pemain 23 tahun itu meraih MVP Final NBA musim lalu saat Spurs menjadi juara dengan mengalahkan Miami Heat.
"Kita harus mulai memberinya bola," kata Popovich. "Saya tidak berpikir Tim (Duncan) dan Manu (Ginobili) akan bermain lebih dari enam atau tujuh tahun lagi, sehingga orang lain akan menggantikannya."