Tomang Sakti Menangi Derby Jakarta

Kamis, 4 Desember 2014 18:35 WIB
Penulis: Riki Ilham Rafles | Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Pada kuarter awal laga derby tim Jakarta, Merah Putih Predators sempat memberikan perlawanan sengit pada kuarter pertama dan kedua. Namun tim yang dibela oleh Puteri Indonesia 2010, Maria Selena itu gagal mempertahankan performa terbaiknya di dua kuarter terakhir.

Melihat anak asuhnya kewalahan melayani permainan lawan di kuarter pertama dan kedua, pelatih Tomang Sakti, Raoul Miguel Hadinoto mengatakan hal ini harus segera diperbaiki, mengingat lawan mereka berikutnya adalah tim kuat, Surabaya Fever.

Raoul menambahkan untuk laga selanjutnya dia harus putar otak untuk melakukan rotasi karena ada beberapa pemain andalan yang harus absen karena cedera dan hal lain.

"Pada kuarter pertama dan kedua kami tidak bermain dengan baik. Beruntung di kuarter ketiga dan keempat kami bisa main lebih bagus, jadi game plan lebih kelihatan," ujar Raoul saat ditemui seusai laga.

"Untuk game selanjutnya kami harus bisa merotasi pemain, saat ini cuma ada 8-9 pemain yang bisa turun, jadi lawan Fever nanti kami harus siap. Apalagi lawan skuadnya lebih komplet," lanjutnya.

Pada gelaran WNBL putaran pertama ini, ada beberapa regulasi FIBA, seperti aturan garis lapangan dan pelanggaran yang diadopsi oleh penyelenggara. Namun hal itu nyatanya masih belum mampu diadaptasi oleh para pebasket yang berlaga, sehingga cukup menyulitkan mereka bermain.

"Ada pertarutan baru dari FIBA seperti handshake yang cukup menyulitkan kami, wasit juga fokus di sana. Kita jadi sedikit terganggu ya, karena tiap sebentar foul, padahal menurut saya itu body charge biasa," ungkap Bennedict Nicolla, asisten pelatih Merah Putih Predators.