Mavericks 119-101 Celtic

Rondo Pimpin Mavericks Bekuk Celtic

Sabtu, 3 Januari 2015 22:52 WIB
Editor: Joko Sedayu
 Copyright:

Mavericks mendatangkan Rondo dari Celtics dua pekan silam, namun tetap menerima sambutan hangat dari para fansnya di Boston, di mana dia memainkan peran kunci saat Celtic meraih gelar juara NBA pada 2008.

Malam itu menampilkan momen naik-turun yang emosional bagi point guard berusia 28 tahun tersebut, yang 15 angkanya pada kuarter pertama termasuk sejumlah lemparan tiga angka membantu Mavericks unggul 31-17.

Dia kemudian tersentuh saat video penghormatan kepadanya dimainkan untuk delapan musimnya di Boston, yang memicu "standing ovation" dari pada penonton antara babak pertama dan kedua.

Namun di lapangan tidak ada yang mengganggunya dari tugas yang dimilikinya, ketika dia melesakkan lemparan tiga angka lainnya saat Mavericks melaju 7-3 untuk mengawali babak kedua.

Mavericks memimpin 59-46 saat turun minum, dan 92-64 setelah tiga kuarter.

Laju 23-5 membuat Celtic mengejar ketertinggalan menjadi 97-87 pada pertengahan kuarter keempat, namun mereka tidak mampu mengurangi defisit dua dijit sampai pertandingan usai.

Monta Ellis mencetak 22 angka dan Tyson Chandler membukukan 16 rebound untuk Dallas, yang mencatatkan kemenangan keempat secara beruntun.

Mereka sekarang memiliki rekor 5-2 sejak mendatangkan Rondo, yang bergabung dengan Mavericks dalam "trade" yang melibatkan empat pemain pada 18 Desember.

Rondo menjadi pusat perhatian sejak ia tiba di Boston, dan pada Jumat pagi dirinya mengakui bahwa sedikit aneh untuk kembali sebagai pemain tim lawan.

"Tentu saja begitu berbeda untuk berada di sisi ini," kata Rondo. "Namun saya meninggalkan tempat ini dengan hal-hal baik. Ini akan menjadi malam yang menyenangkan."

Rondo, yang merupakan pemain terakhir pada grup inti yang membawa Boston meraih mahkota juara pada 2008 setelah kepergian Paul Pierce, Kevin Garnett, dan Ray Allen, juga mengekspresikan rasa bersyukurnya bahwa pembangunan ulang tim Celtics membuat dirinya mendapat kesempatan pindah ke tim yang masih dapat dibantunya meraih gelar.

"Mereka meletakkan saya di situasi di mana saya masih dapat tampil baik dan memenangi kejuaraan dengan tim sekaliber ini," kata Rondo. "Saya bersyukur untuk situasi tersebut."