Takluk dari NSH GMC, Rekor Satya Wacana Salatiga Ternoda

Rabu, 14 Januari 2015 17:30 WIB
Kontributor: Benny Raharjo | Editor:
© INDOSPORT/NBL Indonesia
 Copyright: © INDOSPORT/NBL Indonesia

Kekalahan tersebut mengakhiri dominasi Respati Ragil Pamungkas dkk yang selalu unggul dalam dua musim terakhir.

''Target awal kami meraih poin maksimal meleset. Ini menjadi ujian berat bagi kami karena meraih kekalahan tiga laga berturut-turut,'' ujar sang nahkoda, Efri Meldi saat dihubungi INDOSPORT usai laga.

Sejatinya, modal head to head mentereng atas wakil Ibu Kota itu dijadikan momentum untuk meraih angka penuh di Kota Malang. Namun apa daya, perlawanan sengit langsung ditunjukkan skuad NSH sejak dimulainya kuarter pertama.

Meski sempat berlangsung ketat hingga skor 16-16 di pertengahan laga, namun anak-anak Jakarta mampu unggul 19-18 di akhir kuarter pertama. Permainan Satya Wacana tak berubah di kuarter berikutnya dan  tertinggal 34-39 dari NSH.

''Anak-anak kecolongan karena sejak awal peforma tidak mengangkat sekaligus terlambat panas. Harapan saya tim bisa unggul terlebih dulu sebelum rombongan Jojo Yo Sua-Ragil masuk, namun meleset,'' terang mantan pelatih PON Jateng tersebut.

Kebangkitan tim yang bermarkas di GOR Putera Abadi itu terjadi di kuarter ketiga. Budi Sucipto yang mulai menemukan bentuk permainan terbaik mengantarkan kemenangan timnya 45-44. Namun, Satya Wacana masih tertinggal dari pasukan Mayckel D Ferdinandus, 59-50 di akhir kuarter.

Laga semakin menarik memasuki kuarter terakhir. Yo Sua bermain impresif dan membawa timnya menyamakan kedudukan menjadi 65-65 di empat menit terakhir.

1