"Permainan kami masih kurang konsisten, tapi gaya bermain kami sudah ada, sudah mulai terbentuk. Mereka perlu bermain lebih banyak lagi agar dapat menemukan teknik permainan yang diinginkan," tandas Wahyu.
Hal ini memang terlihat dari gaya bermain timnas basket putri Indonesia, yang mudah kehilangan bola dan sering terlihat kesulitan untuk mencari ruang untuk memasukkan bola.
Meskipun begitu, Wahyu menegaskan, bahwa dirinya dapat memaklumi kondisi tersebut dan menganggap tim besutannya masih terbiasa dengan taktik atau gaya bermain yang biasa dilakukan bersama timnya.
"Saya mengerti, mereka mungkin terbawa pengaruh dari gaya bermain dalam timnya masing-masing, jadi saat bermain dan digabungkan disini (timnas) cara bermain mereka jadi berbeda-beda, tapi saya percaya ke depannya, mereka bisa dapat bersatu," lanjutnya.
Dirinya juga mengungkapkan, mengapa timnas basket putri dihadapkan dengan para pemain putra dari level junior. Hal ini disebabkan jika melawan sesama putri peluang untuk memenangkan pertandingan lebih kecil.
"Kalau lawan sesama putri kita bisa kalah, kalau lawan junior putra kita masih ada harapan. Beberapa hari kemarin saja saat melawan Sahabat Wisma (Sehati Semarang), kita gagal menang," tutupnya.
Dalam waktu beberapa hari ke depan, timnas basket putri akan pergi ke Taiwan dari tanggal 1 hingga 9 Februari untuk melakukan serangkaian uji coba yang diharapkan dapat meningkatkan kesolidan tim.