Performa menawan Hassan menjadi pelipur lara bagi fans Miami Heat yang ditinggalkan oleh idola mereka selama 5 tahun terakhir ini, LeBron James, yang memutuskan untuk kembali ke klub lamanya Cleveland Cavaliers, yang pernah dibelanya sepanjang 2003-2010.
Karier Hassan di NBA diawali dengan sangat buruk, ia sempat belajar di Sacramento Kings pada 2010 sebelum “dilempar” ke D-League dan akhirnya bermain di 3 klub D-League berbeda hingga 2013.
Hassan pun harus rela melanglang buana ke Lebanon dan China demi kesempatan bermain reguler, ia pun tak pernah patah arang demi terus menjadi pemain olahraga yang dicintainya itu.
Kerja kerasnya terbayar saat November 2014 lalu Miami Heat merekrutnya, tapi Hassan tidak langsung tiba-tiba jadi “super” setelah rata-rata perolehannya hanyalah 3,1 poin, 3,9 rebound dan 1,1 blok per game hingga Desember 2014.
Namun di tahun 2015 ini Hassan bangkit dan menggila, perolehan rata-ratanya naik drastis hingga 13 poin, 10,6 rebound dan 3,4 blok per game pada Januari, menjadikan Center 25 tahun ini salah satu yang terbaik di liga.
Catatan Hassan itu termasuk dua pencapaian “absurdnya” yang luar biasa.
Ia mencetak 14 poin, 13 rebound dan 12 block (triple double) hanya dalam tempo 25 menit saat bertanding melawan Chicago Bulls. Sebelumnya, tidak ada pemain Miami Heat yang pernah mencapai raihan 12 blok.
Dua pertandingan berikutnya Hassan hanya butuh 7 menit saja untuk menorehkan 14 rebound saat Heat bersua Dallas Mavericks. Satu rekor lainnya yang tidak biasa.
Hassan juga mengakhiri bulan Januari dengan shooting accuracy 67%, itu adalah catatan terbaik kedua yang pernah diraih pebasket Heat.
Hassan hanya kalah oleh sang legenda hidup, Shaquille O’Neal, yang punya shooting accuracy 68%, saat ia membela Heat pada April 2006 lalu.