Satria Muda Kerepotan Hadapi Stadium

Sabtu, 2 Mei 2015 22:15 WIB
Editor:
 Copyright:

Satria Muda tampil dominan sepanjang laga, namun tim tersebut hampir saja terpeleset. Di kuarter keempat poin mereka tersusul hingga hanya terpaut dua poin saja. Namun, Stadium pada akhirnya menyerah.

Dua kali free throw Gunawan melengkapi keunggulan Satria Muda 23-13 di kuarter pertama. Gunawan dan Kevin Yonas Argadiba Sitorus sama-sama menyumbang lima poin di kuarter ini.

Satria Muda makin mendominasi di kuarter kedua. Meskipun Wijaya Saputra mencetak satu free throw, namun mereka tetap tertinggal 17 poin (39-22) di akhir kuarter ini. Pasalnya, Satria Muda mampu menambahkan 16 poin yang hanya berbalas sembilan poin dari Stadium.

Setelah istirahat, Stadium bangkit. Mereka mampu memperkecil kedudukan menjadi 40-51. Namun, dua kali free throw Kevin Yonas Argadiba Sitorus memastikan keunggulan Satria Muda menjadi 11 poin (51-40). Skor ini menutup kuarter ketiga.

Perjuangan Stadium masih berlanjut di kuarter keempat. Pertandingan semakin panas memasuki menit-menit akhir pertandingan. Three point play Valentino Wuwungan membuat Stadium mendekat 57-61. Selanjutnya 2-point jump shot Dino Leonardo membuat skor hanya terpaut dua poin (59-61). Stadium punya kesempatan menjadikan laga dilanjutkan ke babak overtime. Namun, usaha Jeremiah Eliza Ranti gagal. Stadium menyerah saat buzzer berbunyi.

“Apapun bisa terjadi di Championship Series, dan saya rasa tidak ada yang mustahil. Namun yang saya sayangkan hari ini adalah free throw yang buruk membunuh kami,” kata head-coach Stadium, Andre Yuwadi seperti dilansir laman NBLIndonesia.com.

Kevin Yonas Argadiba Sitorus menjadi aktor kemenangan Satria Muda kali ini. Pemain kelahiran Kuala Kapuas itu mencetak double-double dengan mengemas 21 poin dan 14 rebound. Christian Ronaldo Sitepu berada di belakang Kevin dengan menyumbang 16 poin dan 8 rebound.

“Kami terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri di kuarter akhir, turnover yang paling buruk. Kalau kami bisa melimitasi turnover dan second change point pasti hasilnya berbeda. Tapi inilah playoff,” tandas pelatih Satria Muda, Cokorda Raka Satrya Wibawa.