Kontrak NBL Tak Diperpanjang, Ini kata Pelatih M88 Aspac

Senin, 11 Mei 2015 12:06 WIB
Penulis: Yohanes Ishak | Editor: Gema Trisna Yudha
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
 Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT

Direktur PT. DBL Indonesia yang juga menjabat sebagai komisioner NBL Indonesia, Azrul Ananda, pada awal bulan ini telah membuat keputusan tidak akan memperpanjang kontraknya dengan pihak NBL Indonesia di musim depan.

Situasi ini tentu menggemparkan bagi para pecinta basket Indonesia, mengingat peran Azrul sangat besar dalam membangun kompetisi terbesar dan terbaik di dalam negeri. Tentunya pada musim depan kompetisi basket di tanah air masih menjadi tanda tanya, apakah masih bernama NBL Indonesia atau berubah nama.

Jika ada kepengurusan yang baru untuk menangani kompetisi ini, format dan nama pagelaran basket Indonesia ini bisa jadi akan berubah. Kondisi ini tak luput dari pelatih M88 Aspac Jakarta, Rastafari Horongbala, yang turut memberikan komentar.

"Jujur saja menurut saya, hal ini sangat disayangkan (putusnya kerjasama PT.DBL Indonesia dengan NBL). Buat saya pribadi, kompetisi NBL ini merupakan yang paling bagus yang pernah saya ikuti, formatnya bagus dan jelas, lalu ada livestreaming juga," ujar coach Rasta saat dihubungi INDOSPORT.

"Mungkin bisa saja pengurus yang baru akan memberikan lebih baik dari yang sekarang, jika demikian berarti bagus. Tetapi jika tidak, berarti harus membutuhkan waktu lebih lama lagi dan semuanya akan memulai dari awal, karena mereka membutuhkan waktu lagi untuk penyesuaian dan mencari sumber daya manusia (SDM) lagi," sambungnya.

Selain itu, pelatih yang sukses membawa M88 Aspac menjadi juara pada musim lalu ini juga berharap agar Azrul Ananda dapat berubah pikiran dan mau memperpanjang kontraknya lagi sehingga pada musim depan, NBL Indonesia masih ada di Tanah Air.

"Ya, mudah-mudahan pengurus yang baru nanti bisa bekerja lebih baik, minimal mirip seperti yang sekarang, karena saat ganti event organizer (eo) biasanya penyelangaraan kompetisinya menjadi diundur. Anggap saja saya sebagai fans bukan sebagai pelatih, saya harap bapak Azrul mau merubah pikirannya dan musim depan NBL Indonesia masih tetap bergulir," tutupnya.

PT. DBL Indonesia telah melakukan kerjasama dengan pihak NBL Indonesia terhitung sejak lima tahun yang lalu dibawah naungan dari Azrul Ananda. Selama lima tahun tersebut, terdapat dua tim 'langganan' yang telah sukses menjadi juara dalam kompetisi ini, yaitu M88 Aspac Jakarta (2013,2014) dan Satria Muda Britama Jakarta (2010,2011,2015).

Tidak hanya itu, jumlah penonton mereka juga sempat dikabarkan selalu bertambah. Artinya, olahraga basket bisa menjadi olahraga terbesar di Indonesia, sama seperti sepakbola dan bulutangkis. Tidak hanya itu, bahkan bisa menjadi cabang olahraga unggulan di tingkat Asia atau Internasional.

1