Ini Alasan Perbasi Tunjuk Starting Five Jadi Promotor Basket

Jumat, 10 Juli 2015 04:00 WIB
Penulis: Devi Novitasari | Editor: Irfan Fikri
© INDOSPORT/ Ratno Prasetyo
Perbasi dan Starting Five Copyright: © INDOSPORT/ Ratno Prasetyo
Perbasi dan Starting Five

Musim IBL 2014/2015 telah berakhir begitu pula dengan kerjasama PT. DBL selaku promotor IBL. Kini liga basket Indonesia dipegang oleh promotor baru. Sempat menjadi perbincangan tidak sedap mengenai penunjukkan Starting Five sebagai promotor baru IBL, namun pengurus pusat (PP) Perbasi angkat bicara mengenai masalah ini.

"Kami menunjuk Starting Five sebagai promotor karena  sudah lolos kualifikasi. Sebelum melempar tender ke pihak lain, kami sudah membicarakannya terlebih dahulu dengan PT DBL selaku promotor sebelumnya untuk klarifikasi kontrak. Pihak PT DBL tidak memperpanjang kontraknya, baru kami lempar tender ini keluar," jelas Sekjen PP Perbasi, Amran A Sinta kepada rekan media usai penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan di Tartine FX Plaza, Senayan, Jakarta.

Saat tender dilakukan, ada 4 perusahaan yang mengajukan diri. Namun hingga waktu yang di tentukan hanya pihak Starting Five yang menyerahkan proposal hingga presentasi sehingga Starting Five menjadi satu-satunya yang memenuhi kualifikasi.

"Ketika tender kita lempar keluar, kita telah mengundang 4 perusahaan lain, tetapi hingga batas waktu yang kita tentukan hanya Starting Five yang serius dan mengikuti semua prosedurnya," lanjutnya.

Meskipun Starting Five adalah perusahaan baru, PP Perbasi sendiri melihat keseriusan dari perusahaan ini untuk memajukan basket. Keputusan ini juga sudah melalui rapat dengan seluruh dewan komisaris dan melaui mekanisme yang fair.

"Saya fikir tidak fair untuk menilai kemampuan hanya karena Starting Five perusahaan baru, tetapi  yang penting adalah moral orangnya dan kapasitas untuk menjalankan event ini.”

“Karena ini bukanlah satu kali event, tetapi event yang panjang. Kita sendiri mengetahui siapa orangnya dibalik perusahaan ini. Hal yang paling penting adalah perusahan ini telah memenuhi mekanisme yang kita tentukan," tutupnya.

Sebelumnya Kompetisi Liga Basket Indonesia (NBL) nyaris mati suri setelah operator sebelumnya PT, DBL Indonesia mundur sebagai penyelenggara kompetisi. Dengan adanya operator baru, kemungkinan kempetisi basket kasta tertinggi Tanah Air ini akan kembali bergulir pada Januari 2016 mendatang.

2