CLS sempat dibuat keteteran di quarter pertama. Garuda Bandung menerapkan permainan cepat dengan terus menekan CLS. Hasilnya, Garuda memimpin di awal game lewat skor 20-10.
Usai turun minum, CLS mampu bangkit dengan lebih cerdik memainkan ritme permainan dan lebih konsistem menerapkan serangan. Alhasil, Mario Wuysang dkk mampu berbalik unggul di dua quarter berikutnya, 31-26 dan 53-35.

Garuda Bandung bermain cepat di quarter pertama.
Usai pertandingan, pelatih CLS Knights Surabaya mengakui timnya masih kedodoran dan belum tampil stabil sepanjang pertandingan.
"Di awal memang sedikit kedodoran. Garuda bermain langsung cepat untuk menekan kami. Untungnya, pemain lapis kami banyak memberi kontribusi baik poin maupun assist," tutur Wahyu Widayat Jati.
Jamarr Andre Jhonson menjadi penyumbang poin terbanyak dalam kemenangan CLS kali ini. Pemain naturalisasi ini menyumbangkan 16 poin, diikuti Mario Wuysan (11) dan Katon Adjie Baskoro (10).
CLS pun tak mau hal ini terulang di game berikutnya, saat berhadapan dengan Satria Muda (SM) Jakarta, Sabtu (30/01) besok.
"Kami harus memperbaiki setiap kelemahan. SM jelas lebih kuat karena salah satu tim besar dan juara. Saya tetap akan menerapkan rotasi untuk memberi minute play kepada setiap pemain," tegas Wahyu.

Dua pemain Garuda Bandung mengawal pergerakan pemain CLS Knights.