Pelatih Garuda Bandung itu mengeluhkan pemainnya yang kurang konsentrasi sepanjang pertandingan. Daniel Timothy Wenas dkk disebut sering lengah dalam menjaga ritme permainan, sehingga mudah kehilangan bola.
"Kita masih kurang dalam transisi defense. Padahal, kita tahi CLS punya beberapa pemain cepat dalam menyerang," ucapnya usai pertandingan.
Padahal, Garuda Bandung sempat tampil mengejutkan dengan unggul lebih dulu di quarter pertama. Bahkan, Garuda unggul dalam statistik rebound dengan catatan 13 dibanding 11 atas CLS Knights.
Muhamad Rizal Falconi bermain gemilang di awal laga. Pemain berposisi small forward ini mencatat 7 poin dan 3 rebound hingga membawa timnya unggul 20-10 di quarter awal.

Pemain CLS Knights berusaha menghadang laju pemain Garuda Bandung.
"Permainan sudah bagus di awal. Tapi, kita memang lengah di fastbreak lawan. Meski kalah, tapi secara keseluruhan penampilan kami tidal begitu buruk," Fictor menambahkan.
Selain itu, cerdasnya CLS dalam memanfaatkan momentum disebutnya sebagai salah satu keunggulan mereka. Pasca kalah di quarter awal, Mario Wuysang dkk berhasil membalikkan skor di quarter sisa dan mengakhiri game lewat kemenangan 71-60.
"Mario memang bagus mainnya. Dia mampu menjadi motor serangan CLS dengan pintar memanfaatkan momentuk hingga mengungguli kami," pungkasnya.

Para pemain CLS Knights mampu membalikan keadaan hingga memenangkan pertandingan.