Ketatnya duel tersaji sejak game dimulai. Dua tim wakil DKI Jakarta jual beli serangan secara cepat, sehingga saling mengejar angka.
Stadium Happy tampil penuh determinasi hingga mampu menutup tiga quarter awal dengan skor tipis. Padahal, Merio Ferdiansyah dkk sempat keteteran setelah Satria Muda menerapkan serangan bertubi-tubi di permulaan game.
Stadium menutup quarter pertama debgan keunggulan 14-10 setelah sempat tertinggal 0-5 di menit awal. Ketatnya duel berlanjut di dua quarter berikutnya, Stadium kembali unggul 26-23 dan 47-34.

Pemain Stadium coba melewati perjagaan Arki
Meski berada di atas angin, namun Stadium sempat lengah di pertengahan quarter terakhir. Satria Muda nyaris memaksimalkan momentum dengan berhasil menipiskan skor hingga menjadi 56-58.
Kemenangan Stadium pun ditentukan di 18 detik terakhir. Dua free throw dari Fanny Budianto, akhirnya memupuskan harapan Satria Muda guna mengejar angka dan memastikan kemenangan Stadium Happy dengan skor 60-56.
"Saya memberi apresiasi atas penampilan tim yang bagus kali ini. Mereka bermain solid sebagai tim, dan lebih sabar menghadapi tekanan lawan," Andre Yuwadi menerangkan.
Raymond Shariputra berkontribusi besar terhadap kemenanhan Stadium lewat raihan 18 poin. Sedangkan Merio Ferdiansyah dan Ngurah Teguh juga tampil bagus, dengan sama-sama mencetak 11 poin untuk Stadium.

Forward Stadium coba melakukan aksi lay up
“Kami bermain dengan determinasi tinggi. Mereka dapat bermain secara tim dan sangat sabar di lapangan. Ini yang saya harapkan dari tim ini, dengan selalu bermain konsisten,” imbuh Pelatih Stadium Happy 8 Jakarta tersebut.
Sementara itu, Cokorda Raka mengakui timnya kali ini bermain di bawah performa terbaik. Raka pun dituntut bekerja keras meningkatkan performa timnya, saat kembali menjalani duel melawan Pacific Caesar Surabaya, Rabu besok.
“Kami bermain kurang bagus dalam hal defense. Para pemain pun sangat mudah dilewati saat perebutan bola dalam posisi one on one,” ungkap Pelatih Satria Muda Pertamina Jakarta itu seusai game.