Menyandang status non-unggulan, membuat PCF tak putus asa untuk meraih kemenangan pada pertandingan ini. Usaha tersebut dilakukan oleh Reiner Hutasoit dkk dengan tampil baik sejak awal kuarter pertama dimulai.
Shooting guard Pacific, Indra Muhammad tampil impresif sejak awal laga, ia berhasil membukukan 13 point, termasuk tiga kali tembakan 3point-shots yang akurat, serta turut melakukan aksi dunk lewat skema pemainan yang cepat. PCF menutup kuarter pertama dengan keunggulan 22-13.

Indra Muhammad, shooting guard milik Pacific Caesar Surabaya.
Permainan tim asal Surabaya ini semakin tak terbendung ketika memasuki kurter kedua dan seluruh pertandingan, dimana mereka mampu mendominasi pertandingan dengan baik.
Hingga berakhirnya pertandingan, Pacific Caesar berakhir menutup Seri II laga pamungkas di Malang ini dengan mencatat kemenangan perdana di IBL musim ini dengan skor 78-58 atas Satya Wacana Salatiga.
“Anak-anak bermain bermain sesuai dengan game plan kami. Sebelumnya, kami mempelajari permainan lawan ketika mereka berhadapan dengan Bimasakti dan Bandung Utama,” jelas Hari Suharsono, asisten pelatih tim Pacific.

Duel udara antara center PCF, Dicka Nugraha (kiri) dengan center SWS, Firman Nugroho.
“Saya memang menginstrusikan pemain saya untuk mematikan Ragil (pemain andalan SWS). Semoga ini menjadi titik balik kami agar tampil lebih baik pada series berikutnya,” tambahnya.