Indonesian Basketball League (IBL)

Rapinya Penjualan Tiket IBL di Malang

Minggu, 7 Februari 2016 03:03 WIB
Editor: Hendra Mujiraharja
 Copyright:

Gelaran IBL seri kedua yang diselenggarakan di GOR Ken Arok Kota Malang, benar-benar digarap secara profesional. Hal itu terlihat dari ketatnya sistem ticketing beserta akses masuk menuju tribun untuk menyaksikan tim idola bertanding.

Loket tempat tiket dijual pun tertata rapi dan pelayanan pun tergolong rapi. Meski kerap terjadi antrean, namun tiga personel bekerja cekatan dalam melayani permintaan tiket sehingga para penonton tidak menunggu terlalu lama.


Suasana depan pintu masuk GOR Bima Sakti Malang

Akses menuju tribun pun terlihat modern. Di pintu masuk, penonton diperiksa secara mendetail untuk menghadang beberapa barang bawaan seperti korek api yang dinilai berpotensi membahayakan. Panitia menyediakan kantong plastik untuk menempatkan barang tersebut dan loker penitipan untuk kembali diambil usai pertandingan.

Selanjutnya, satu personel memeriksa setiap tiket dengan mesin scan yang terhubung dengan perangkat komputer. Setiap kode tiket diuji originalitasnya dengan cara scan barcode. Hal itu juga berlaku bagi awak media yang diperiksa kode di balik ID card.


Suasana depan pintu masuk GOR Bima Sakti Malang

"Barcode di setiap tiket sudah teregistrasi secara online untuk satu kali. Hal ini untuk menekan kebocoran tiket. Kami benar-benar ingin bekerja penuh profesional," ujar Media Relation IBL, Dana Adinegara Purba kepada INDOSPORT.

Meski ketat, nyatanya hal itu tidak membuat penonton merasa risih. Mereka justru memberi apresiasi terhadap kinerja panitia IBL yang dinilai profesional.

"Ketat memang, tapi itu memang perlu. Keren juga saat tiket saya di-scan hingga muncul tanda Success yang berarti saya bisa masuk," tutur Andre, seorang karyawan swasta yang datang menyaksikan tim idolanya, Garuda Bandung berlaga.