Menariknya dalam dua pertemuan awal mereka, keduanya sama-sama meraih kemenangan dengan selisih 7 angka. Pertandingan ini adalah pertemuan ketiga mereka. Artinya siapapun yang memenangkan laga ini akan memiliki keuntungan di akhir klasemen jika nilai keduanya sama.
Jalannya pertandingan berlangsung sengit sejak tip off di mulai. Kedua tim sama-sama menampilkan komposisi pemain terbaiknya. Garuda menurunkan Diftha Pratama, M.Rizal Falconi, Sigit Harun Nurman, Wendha Wijaya, dan Galank Gunawan. Sementara dari kubu Aspac, Mario Gerungan, Rizky Effendi, Ferdinand Damanik, Oki Wira Sanjaya, Fandi Andika Ramadhani menjadi lima pemain inti yang diturunkan pelatih Jugianto Kuntardjo.

Rizky Effendy small foward M88 Aspac Jakarta.
Tiga kuarter awal pertandingan berjalan cukup ketat dan imbang. Meski Aspac mampu mendominasi di tiga kuarter awal (15-11,29-28,45-43) namun Garuda Bandung memberikan perlawan yang cukup sengit, meski di pada kuarter pertama mereka harus kehilangan salah satu pemain andalannya yakni Sigit Harun Nurman karena mengalami cedera pada bagian lutut.
Memasuki kuarter akhir, Garuda Bandung mencoba mengejar ketertinggalanya dengan terus bermain agresif. Namun Aspac mampu mematahkan serangan GRB bahkan leading 20 angka dan sekaligus mengakhiri perlawanan GRB 65-51. Dengan kemenangan ini Aspac unggul dalam rekor pertemuan atas Garuda 2-1.
Oki Wira Sanjaya menjadi top performers bagi Aspac dengan torehan 15 angka. Dari kubu Garuda Bandung, dua pemain yakni Diftha Pratama dan Daniel Wenas sama-sama mengemas 10 poin.

Daniel Wenas cetak 10 poin pada pertandingan melawan Aspac.