Indonesia Basketball League (IBL)

Ini Alasan CLS Berada di Puncak Klasemen

Senin, 21 Maret 2016 19:22 WIB
Editor: Ramadhan
© Dana Purba/INDOSPORT
Kapten tim Bima Sakti Nikko Steel Malang Yanuar Dwi Priasmoro dihalang oleh dua pemain CLS Febri dan Wuysang-Dokumentasi IBL. Copyright: © Dana Purba/INDOSPORT
Kapten tim Bima Sakti Nikko Steel Malang Yanuar Dwi Priasmoro dihalang oleh dua pemain CLS Febri dan Wuysang-Dokumentasi IBL.

Ada hal baru yang digagas oleh Starting5 selaku penyelenggara IBL musim ini yakni Twice To Beat. Sistem ini rencananya baru akan digulirkan di babak playoff (8 besar), di mana tim papan atas (peringkat 1 dan 2) mendapat keuntungan saat menghadapi tim papan bawah (peringkat 7 dan 8).

Terkait hal tersebut, pelatih CLS Knights Surabaya, Wahyu Widayat Jati pun menyatakan setuju dengan kebijakan tersebut dan mengakui hal tersebut menjadi faktor motivasi tersendiri bagi timnya untuk berjuang habis-habisan di seri I sampai VI nanti.

“Saya setuju dengan format IBL sekarang ini, buat apa kita mati-matian berjuang kalau tidak ada keuntungan buat kita. Karena peringkat 1 dan 2 pada playoff nanti akan dapat keuntungan tidak ketemu tim besar,” ungkapnya kepada INDOSPORT.

Selain itu, Wahyu juga memberikan penilaian tersendiri mengenai persaingan di papan atas klasemen, serta menyatakan timnya akan terus berjuang di dua seri mendatang untuk mengamankan posisi teratas.

“Ini kan baru standing sementara, kita lihat saja nanti di off series. Kita akan mengatur gimana cara dan strateginya. Kita fight di tiap seri biar bisa peringkat 1 atau 2, yang nantinya akan menguntungkan di play off nanti.  Karena dengan format ini kemungkinan terciptanya final dini tidak terlalu besar,” sambungnya.

Pada format baru IBL 2016, jika di pertandingan pertama tim papan atas mengalahkan tim papan bawah di putaran pertama babak playoff, maka tim tersebut otomatis langsung lolos ke babak semifinal.  Namun, jika tim papan atas yang mengalami kekalahan pada pertandingan pertama, maka putaran pertama playoff ini dilanjutkan hingga skor akhir 2-0 atau 2-1.

Selain itu tim peringkat 3 akan melawan peringkat 6, serta tim peringkat 4 melawan peringkat 5 dengan menggunakan sistem best of three (tim yang lebih dulu mencapai dua kali kemenangan akan lolos).