Namun CLS Knights masih khawatir dengan penampilan M88 Aspac Jakarta di Seri 6 Surabaya, 23 April 2016 mendatang.
Tim polesan Wahyu Widayat Jati itu, telah memastikan agregat 3-0 dengan dua finalis liga basket nasional, Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta dan Satria Muda Pertamina Jakarta. CLS Knights sudah menghabisi keduanya di Seri 5 Bandung, minggu lalu. Hanya Aspac yang masih menjadi ganjalan bagi CLS Knights.
Strategi tembakan tiga angka tim ibukota itu belum bisa dipecahkan oleh defense CLS Knights. Dua kali tim yang bermarkas di Kertajaya ini kalah telak. Kekalahan itu memperlihatkan mereka sangat buruk dalam bertahan, banyak melakukan turnovers dan penjagaan terhadap shooter yang tidak ketat membuat CLS Knights harus menelan kekalahan.
"Aspac memang bukan lawan yang mudah, dua kali kami bertemu dan dua kali kalah. Kami akan mencoba memaksimalkan pertemuan terakhir ini. Kami akan mengurangi kesalahan-kesalahan yang kami lakukan sendiri," ujar Cacing, sapaan Wahyu Widayat Jati.
"Bermain di depan publik sendiri pada Seri 6 akan membangkitkan motivasi kami. Rasanya, tekanan lebih berat dirasakan oleh Aspac yang mengincar posisi kami atau tangga kedua. Kami siap menghalangi tekad Aspac, karena anak-anak lebih memiliki tekad untuk memutus hasil buruk dari Aspac," tambahnya.
Sementara itu, Aspac juga telah bersiap menghadapi seri Surabaya. Mereka akan mengincar posisi kedua klasemen yang saat ini ditempati Pelita Jaya. "Di Surabaya nanti kami akan melakoni game yang cukup berat. Tapi kami bertekad meraih hasil positif disana untuk mengincar posisi klasemen akhir satu atau dua," ujar pelatih kepala Aspac Jugianto Kuntardjo.
Laga CLS Knights kontra Aspac akan menjadi satu sajian menarik di seri Surabaya. Selain itu, menarik untuk disimak apakah CLS Knights mampu menjadi juara musim reguler di kandang sendiri, GOR Kertajaya Surabaya.