Satria Muda mempunyai modal yang bagus di seri ini, setelah pada pertandingan pertamanya melawan Satya Wacana Salatiga, tim asuhan Cokorda Raka Satrya Wibawa tersebut mampu meraih kemenangan.
Hal serupa juga di lalui oleh NSH Jakarta, yang berhasil mengamankan laga perdana mereka (Minggu 25/4) dengan mengalahkan tim asal Jawa Timur, Pacific Caesar Surabaya.
Kemenangan Satria Muda di game pertamanya tidak lepas dari dominasi mereka dalam urusan rebound, khususnya offensive rebound. 22 dari 45 rebound yang terjadi di paint area Satya Wacana menjadi milik SMP.
Sedangkan NSH yang berpredikat sebagai tim dengan turnovers terendah di liga, tidak memperlihatkan spesialisasinya tersebut pada pertandingan pertama mereka melawan Pacific. Tercatat dalam statistik, NSH melakukan 18 kali kesalahan. Namun hal positif dari NSH adalah persentase Field Goals mereka meningkat hingga mencapai 45%.
Satria Muda membuka pertandingan dengan start yang tidak maksimal di kuarter pertama. Meski unggul dalam urusan rebounds (12) namun mereka justru kalah di kuarter ini 16-17. Kesalahan yang dilakukan para pemain Satria Muda (7 turnovers) dan hanya mampu membuat 38% field goals (berbanding yang di cetak oleh NSH, 42% field goals), menjadi penyebab belum maksimalnya Arki Wisnu cs di kuarter awal ini.
Pertahanan yang kuat yang menjadi kunci kemenangan NSH atas Pacific di pertandingan kemarin, seperti tidak terlihat di game ini, oleh karena ketangguhan para pemain SMP baik di wilayah paint area maupun lewat serangan fast break yang kerap mereka lakukan, hingga akhirnya Satria Muda Pertamina Jakarta dapat menutup game ini, 81-54.