Di game ini CLS menurunkan skuad terbaiknya pada starting five. Mereka ialah Sandy Febiansyakh, Jamarr Andre Johnson, Mario Wuysang, Rachmad Febri Utomo dan Muhammad Isman Thoyib.
Sandy Febiansyakh yang bertindak sebagai kapten tim, menjadi pahlawan kemenangan CLS dengan raihan 12 point. Sementara di kubu Hangtuah, Andrie Ekayana dan Yan Steven Pattikawa menjadi yang paling produktif, keduanya mengemas 9 poin untuk timnya.
Meski berhasil meraih kemenangan, Wahyu Widayat Jati tak senang ata sepermainan santai yang ditunjukan oleh CLS. Namun, dia juga tak menutup mata bahwa anak-anak asuhnya bermain cukup baik ketimbang pada beberapa laga lalu.
“Di dua game terakhir seri ini, saya melihat anak-anak bermain terlalu santai. Dan saya berharap mereka segera kembali ke level permainan mereka yang sesungguhnya. Tetapi setidaknya hari ini mereka bermain lebih baik dari game sebelumnya saat melawan Bimasakti.” Kata Wahyu Widayat Jati, seperti rilis yang diterima INDOSPORT.

Pemain CLS Knight Surabaya, Sandy Febiansyakh.
Sedangkan kubu Hangtuah, mereka menyesali bermainan timnya yang kecolongan di menit-menit akhir pertanding. Hal itupun langsung ditanggapi Paul Mario Sanggor sebagai pekerjaan rumah.
“Semua pemain, baik para starting five maupun pemain bench telah berkontribusi dengan baik pada pertandingan hari ini. Hanya saja mereka kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Ketenangan dalam mengeksekusi bola masih menjadi pekerjaan rumah kami. Tetapi saya mengapresiasi semangat yang ditunjukkan anak-anak pada pertandingan tadi.” Ungkap pelatih Hangtuah Sumsel, Paul Mario Sanggor.