Sejak tip off kuarter pertama, Warriors tak mau menunggu waktu lama untuk panas dan menekan tamunya, Thunder.
Melalui trisula mereka, Klay Thompson, Andrew Bogut, dan Stephen Curry Warriors langsung memimpin pertandingan dengan selisih 5 angka. Barulah memasuki menit akhir di kuarter satu, OKC mampu mempertipis kedudukan menjadi selisih 4 angka dan menutup skor 21-25.
Menyandang status juara bertahan serta bermain di hadapan pendukung sendiri, tim besutan Steve Kerr ini tiada henti memberikan tekanan dengan terus mencetak angka.

Thunder sendiri bukannya tanpa perlawanan, mereka mampu membuat tim tuan rumah kerepotan saat memasuki pertengahan kuarter kedua.
Tim tamu yang dimotori oleh Russell Westbrook dan Kevin Durant pun mampu membuat pertahanan Warriors bekerja keras. Tak ingin membiarkan OKC melaju ke final lebih cepat, Curry yang sempat melempem di pertandingan sebelumnya mampu menunjukkan magisnya dan menutup kuarter kedua dengan skor 58-50.
Usai turun minum, dengan keunggulan selisih 8 angka Warriors tak membiarkan OKC mempertipis angka tersebut.

Sayang di pertengahan laga, Klay Thompson melakukan sejumlah kesalahan sehingga membuat OKC sempat memimpin laga, beruntung pada menit-menit akhir, mental pemenang Warriors masih menyala sehingga mereka berhasil mempertahankan kedudukan dengan skor 81-77.
Memasuki kuarter terakhir, Golden State Warriors semakin tak terbendung, mereka terus-menerus mencetak angka, sementara melalui Westbrook, OKC juga masih bersemangat untuk mengejar ketertinggalan.
Menjelang satu menit akhir, Stephen Curry melalukan permainan ciamik, yaitu berhasil membayang-bayangi Kevin Durant, kemudian merebut bola darinya sekaligus mencetak angka dengan brilian.
Upaya OKC pun untuk mengejar angka tak membuahkan hasil, karena hingga buzzer berbunyi, Warriors menutup pertandingan dengan skor 120-111 sekaligus mempertipis kedudukan dalam best of seven menjadi 2-3.