Final NBA

Golden State Gagal Raih Gelar, Sang Pemilik Dibully

Senin, 20 Juni 2016 12:48 WIB
Editor:
 Copyright:

Mungkin di Senin (20/06) ini dari semua pemain, staf pelatih dan fans Golden State Warriors ada satu orang yang begitu terpukul dengan kekalahan di final musim ini oleh Cleveland Cavaliers. Ia adalah sang pemilik klub, Joe Lacob. 

Joe Lacob yang dikenal sangat ambisius membawa Golden State jadi klub NBA terhebat harus terima kenyataan pahit klubnya takluk setelah sebelumnya sempat unggul 3-1 hingga game keempat. 

Cleveland bangkit di tiga game terakhir. Di game kelima, Cleveland sukses hempaskan Golden State dengan skor 112-97, tanda-tanda kekalahan Golden State terlihat di game ini. Memasuki game keenam, lewat pertarungan ketat Warriors menyerah dengan skor 101-115. 

Di game penentuan, Cleveland berpesta usai menang 93-89 di Oracle Arena, Oakland, California, Amerika Serikat. Lacob gagal realisasikan ucapannya yang ambisius beberapa waktu lalu soal dominasi Golden State di arena NBA. 

"Warriors akan selalu bersinar di arena NBA di tahun-tahun mendatang," kata Lacob yang telah menjadi pemilik Warriors sejak 2010 lalu seperti dilansir The New York Times beberapa waktu lalu. 

Ucapan Lacob ini kemudian jadi 'blunder' untuk dirinya sendiri, ia jadi target cercaan dari banyak penikmat NBA di dunia maya. 

"Ia dikalahkan dengan sifat ambisiusnya sendiri," kata salah satu nitizen dengan men-capture berita The New York Times tersebut. 

Ada juga nitizen yang berkata, apakah dengan hasil ini, Lacob tetap yakin bahwa Warriors akan 'bersinar' di tahun-tahun mendatang. 

"Apakah ia akan kembali sesumbar bahwa Golden State akan bersinar di tahun-tahun mendatang?" kicau nitizen tersebut. 

Tidak hanya sisi ambisiusnya yang mendapat kritikan, sisi bisnis dari Lacob pun banyak mengundang kritikan dari banyak pihak, utamnya mereka yang telah lama berkecimpung di bisnis NBA. 

3