Ada Diskriminasi di Perbasi Cup 2016?

Jumat, 28 Oktober 2016 20:37 WIB
Editor: Yohanes Ishak
 Copyright:

Perbasi Cup digelar untuk memperingati hari ulang tahun Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) yang ke-65 tahun. Sepuluh tim akan bersaing memperebutkan total hadiah ratusan juta.

Akan tetapi, jika diperhatikan lebih detail, ajang ini hanya diikuti oleh klub basket kategori pria. Di sisi lain, saat ini ada 4 klub wanita yang juga berlaga di kompetisi resmi Tanah Air, Indonesian Basketball League (IBL).

Lantas, apakah kebijakan panitia Perbasi Cup kali ini merupakan bentuk diskriminasi atau dengan kata lain mengesampingkan klub basket wanita?


Gabriel Sophia, salah satu pebasket wanita Indonesia.

“Diskriminasi? gak juga sih. Kan ini baru pertama Perbasi cup-nya jadi mungkin mau liat dulu apakah ada prospek ke depannya atau tidak,” ujar salah satu atlet basket wanita, Gabriel Sophia yang saat ini membela Surabaya Fever.

Namun, pemain yang berperan sebagai center tersebut juga menilai bahwa minimnya kompetisi basket wanita bisa berimbas pada Tim Nasional basket Indonesia. Keadaan itu disebutnya menciptakan situasi yang kurang menguntungkan.

“Mau ngiri juga gak mungkin. Kalau cowok saja, nanti ke depannya gimana gak ada pertandingan gimana ceweknya? Jadi dilema ya?” tutur pebasket 25 tahun itu.

Pada kompetisi Women Indonesian Basketball League (WIBL) musim 2015/16 yang telah berakhir, ada 4 tim basket profesional yang berlaga, yakni juara bertahan Surabaya Fever, Merah Putih Predators, Sahabat Wisma Sehati, dan Tomang Sakti. Jumlah ini mengalami penurunan setelah di musim sebelumnya ada 6 tim yang ikut kompetisi.