Beberapa pemain naturalisasi seperti Jamar Andre Johnson dan Anthony Hangrove Jr yang bermain di IBL masuk sebagai kategori pemain asing. Keputusan tersebut cukup mengherankan karena keduanya sudah menjadi WNI dan membela Timnas Basket Indonesia.
Komisioner IBL, Hasan Ghazali menerangkan bahwa peraturan tersebut sebetulnya sudah disetujui oleh klub-klub sebelum IBL 2017 bergulir. Hasan ingin IBL menjadi kompetisi yang kekuatannya klubnya merata.
“Peraturan liga mencoba untuk adil. Jika ada klub yang punya pemain naturalisasi lalu mereka punya dua slot lagi untuk pemain impor. Sedangkan ada klub lain yang tidak punya pemain naturalisasi, kami coba merata saja,” ujar Hasan Ghazali kepada INDOSPORT, di Britama Arena, Jakarta, Minggu (07/02/17).
Jamar Andre Johnson salah satu pemain naturalisasi dari CLS Knights.“Kita ingin persaingan yang kompetitif di IBL. Jadi masing-masing klub hanya mendapat jatah dua slot untuk asing dan naturalisasi seperti Jamar (Johnson) dan Anthony Hangrove Jr,” lanjut Hasan.
Kebijakan tersebut sudah memakan korban, yakni dengan hengkangnya pemain naturalisasi Aspac Jakarta, Ebrahim Enguio Lopez. Pemain yang akrab disapa Biboy itu harus meninggalkan Aspac karena klub tersebut sudah memiliki dua pemain asing.
Musim ini IBL 2017 kembali menggunakan pemain asing untuk setiap klub. Kebijakan ini pernah diterapkan saat masih bernama Kobatama pada era 1990-an. Pemain impor tersebut diharapkan bisa kembali menggairahkan basket di Indonesia, sekaligus untuk mengangkat prestasi Timnas.