IBL Indonesia

Lepas dari Garuda Bandung, Legenda Satria Muda Kembali ke Pelukan Sang Mantan

Minggu, 12 Februari 2017 18:01 WIB
Editor: Yohanes Ishak
© mainbasket
Pelatih Pelita Jaya, Fictor Gideon Roring. Copyright: © mainbasket
Pelatih Pelita Jaya, Fictor Gideon Roring.

Kemunculan coach Ito Sabtu (11/02/17) kemarin adalah yang pertama kali sejak ia memutuskan mundur dari kursi kepelatihan tim Garuda Bandung sebelum menjalani Indonesian Basketball League (IBL) 2017.

Selama ini banyak yang mengira bahwa ia sudah ada di luar negeri lagi, tepatnya di Singapura, di mana ia pernah tinggal lama di negara tersebut beberapa tahun silam.

Namun seperti dilansir dari Mainbasket, coach Ito kemudian berada di GOR Sahabat, Semarang, Sabtu (11/02/17) tempat berlangsungnya IBL Seri III.

Akan tetapi Fictor Roring muncul dengan atribut yang cukup mengagetkan, bukan bersama tim Garuda Bandung ataupun mantan klubnya Satria Muda Jakarta, klub semasa jadi pemain.

Pria asal Manado mengenakan seragam ofisial tim Pelita Jaya EMP Jakarta. Tentu saja hal itu menimbulkan pertanyaan, apakah Coach Ito jadi kepala pelatih Pelita Jaya?

Coach Ito langsung didatangkan oleh pemilik klub. Kalau tugasnya, akan jadi technical advisor saja. Mungkin di seri Jakarta akan lebih jelas lagi. Karena kami juga akan bertemu satu meja setelah seri Semarang,” ujar Manajer Pelita Jaya, Ronald Simanjuntak.

Fictor Roring sejatinya bukan orang baru di tim Pelita Jaya. Ia pernah mengawali kariernya di dunia basket profesional di tim asal Jakareta tersebut. Bersama Pelita Jaya Jakarta, mantan pelatih Timnas basket putra Indonesia itu sempat menjuarai Kobatama di musim 1991/92.

“Ya memang saya saat ini di Pelita Jaya, soal tugasnya nanti akan tahu sendiri lah. Yang pasti tim ini memang jadi tim pertama saya di basket profesional. Senang bisa kembali ke sini,” tutur coach Ito, sembari memberikan penjelasan.

Selain bermain untuk Pelita Jaya, Fictor Roring juga pernah membela Satria Muda dan berhasil membawa tim tersebut juara Kobatama di tahun 1999. Ia juga dinobatkan sebagai salah satu legenda tim Satria Muda, dimana nomor punggung 18 yang pernah dipakainya dipensiunkan oleh tim yang bermarkas di Britama Arena tersebut.