Denny Sumargo punya padangan sendiri mengenai partai final IBL 2017 yang mempertemukan Satria Muda Pertamina (SM Pertamina) dan Pelita Jaya. Densu, panggilan akrabnya, yang kini aktif di dunia hiburan sebagai pemain film dan presenter itu ternyata masih mengikuti dengan baik perkembangan basket tanah air meski sudah pension.
Aktor film 5cm itu memperkirakan kedua klub yang bertemu di final memiliki kekuatan tim yang tentunya sudah tak diragukan lagi dan yang terbaik sepanjang 2017.
Partai final IBL 2017 akan mempertemukan SM Pertamina dan Pelita Jaya dan partai final perdana kedua tim akan digelar hari ini, Kamis (04/05/17) di GOR C-Tra Arena, Bandung. Kemudian, pertandingan kedua dilaksanakan Sabtu (06/05/17) di kandang SM, Britama Arena, Jakarta. Jika pada dua partai tersebut kedudukan kedua tim seri, final dilanjutkan ke laga ketiga, Minggu (07/05/17), masih di Britama Arena.
“Sebenarnya untuk musim ini melihat kekuatan terbesar itu SM dan CLS Knights. Mereka juga punya pemain asing yang agresif dan produktif, tapi Pelita Jaya surprising bisa mengalahkan Aspac,” ujar Denny Sumargo saat ditemui di Kantor Kemenpora.
“Saya punya prinsip begini, Aspac itu bisa dijadikan patokan, Pelita bisa mengalahkan Aspac dan mereka punya peluang besar. Aspac sangat baik di manajemen dan sistem saat ada tim bisa mengalahkan mereka maka mereka hebat,” tambahnya.
Salah satu tokoh yang terpilih menjadi Duta Ayo Olahraga, Denny Sumargo.Sebagai mantan pemain, Densu juga mengomentari mengenai iklim kompetisi IBL saat ini yang dinilainya makin kompetitif. Meski sudah pensiun, pria kelahiran 11 Oktober 1981 itu ternyata masih mengikuti perkembangan kompetisi bola basket nasional.
“Saya lihat perkembangan pemain sekarang, mereka punya kesempatan lebih untuk unjuk gigi dan ada pemain asing itu bisa membuat pemain kompetitif. Saya pernah ada di era bermain dengan pemain asing dan itu otomatis cara main kita bakal jadi berbeda, kedewasaan bermain ada, dan ini sebuah hal baik untuk menghidupkan gereget kompetisi,” tutupnya.