In-depth

Mengingat Lagi Final NBA 3 Musim ke Belakang: Ada Sejarah Baru

Kamis, 1 Oktober 2020 10:21 WIB
Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Getty Images
Kevin Durant (Golden State Warriors) tampil memukau saat melawan Cleveland Cavaliers di Final NBA 2018. Copyright: © Getty Images
Kevin Durant (Golden State Warriors) tampil memukau saat melawan Cleveland Cavaliers di Final NBA 2018.
2. Final NBA 2017/18

Untuk kali keempat berturut-turut, Cleveland Cavaliers kembali bertemu dengan Golden State Warriors dalam final NBA 2017/18 dyang berlangsung di Oracle Arena dan Quciken Loans Arena.

Persaingan ketat antara Cavaliers dan Warriors pun sudah terjadi di game pertama. Kedua tim di akhir kuarter empat sempat memiliki poin yang sama hingga harus lanjut ke babak overtime.

Di babak overtime, Warriors yang dimotori oleh Curry pada akhirnya berhasil unggul 124-114, yang berujung pada insiden hancurnya papan putih di ruang ganti Cavaliers yang dilakukan oleh LeBron karena kesal dengan performa timnya.

Aksi LeBron yang memukul papan nampkanya memberi sedikit cedera di tangannya. Hal itu terlihat jelas dari penampilannya yang kurang maksimal di game kedua. Warriors pun dengan mudah kembali meraih kemenangan dengan skor 122-103 atas Cavaliers.

Berlanjut ke game ketiga, Warriors yang kembali diperkuat oleh Andre Iguodala pasca cedera kembali mendominasi Cavaliers. Meskipun berada dalam tekanan penonton tuan rumah, Warrios berhasil membungkam Cavaliers di kandangnya sendiri dengan skor 110-102.

Seperti sudah tidak memiliki semangat juang, permainan Cavaliers yang diasuh Tyronn Lue semakin memburuk di game keempat. Alhasil, dengan menahan rasa sakit hati, Cavaliers harus melihat Warrios menjuarai NBA 2017/18 usai menang 108-85 di game keempat.

Sama seperti musim sebelumnya, Kevin Durant kembali berhasil meraih gelar MVP Final NBA 2017/18 usai memiliki kontribusi besar membawa Warrios meraih gelar juara keenamnya.

Laga game keempat final NBA 2017/18 juga menjadi penampilan terakhir LeBron bersama Cavaliers. Pasalnya, di musim selanjutnya ia bergabung dengan tim yang identik dengan warna kuning, yakni LA Lakers.

3. Final NBA 2019/20

© Ezra Shaw/Getty Images
Aksi selebrasi para pemain Toronto Raptors juara NBA musim 2019 di Oracle Arena. Jumat, 14/06/19. Ezra Shaw/Getty Images Copyright: Ezra Shaw/Getty ImagesAksi selebrasi para pemain Toronto Raptors juara NBA musim 2019 di Oracle Arena. Jumat, 14/06/19.

Golden State Warriors kembali menunjukkan dominasinya di kancah NBA dengan kembali berhasil merebut tiket grand final. Hanya saja, lawan mereka tidak lagi Cavaliers, melainkan tim kuda hitam, Toronto Raptors.

Raptors disebut kuda hitam lantaran sebelumnya tidak pernah ke partai final sejak klub berdiri pada 1995 silam. Belum lagi fakta bahwa mereka baru berganti pelatih dari Dwane Casey ke sang asisten Nick Nurse.

Datang dengan status juara bertahan ke Scotiank Arena, Warriors justru memiliki banyak kendala. Salah satu yang utama adalah cedera Kevin Durant, MVP di dua final sebelumnya.

Meskipun Draymond Green berhasil mencetak triple-double, pada akhirnya Warriors harus menyerahkan game pertama kepada Raptors yang unggul 118-109.

Tak ingin mengulang kesalahan seperti di game pertama, Steve Kerr melakukan perubahan taktik dalam game kedua Final NBA 2018/19 kontra Raptors. Hasilnya mereka menyamakan kedudukan usai menang tipis 109-104.

Masih bermain tanpa Klay Thompson dan Durant yang cedera, Warriors tak bisa berbuat banyak di game ketiga yang berakhir dengan kemenangan telak Raptors 123-109.

Gelar juara selangkah lagi dimiliki oleh Raptors. Pasalnya, di game keempat mereka kembali mempermalukan sang juara bertahan dengan skor 105-92

Harapan Raptors untuk bisa meraih kemenangan dalam lima game ternyata tak bisa terkabul. Kembalinya Durant pasca cedera berhasil membawa Warriors menang dengan skor tipis 106-105.

Kemenangan di game kelima itu rupanya harus dibayar mahal oleh Warriors. Pasalnya cedera Durant kembali kambuh dan makin parah hingga harus menjalani operasi. Dia pun tak bisa tampil di game keenam.

Tanpa Durant, permainan Warriors pun menjadi berantakan. Banyak tembakan yang gagal dan defense buruk membuat Raptors pada akhirnya bisa keluar sebagai pemenang dengan skor 114-110.

Kemenangan ini membuat Raptors membuat sejarah baru di NBA. Mereka menjadi tim pertama asal Kanada yang meraih trofi juara kasta tertinggi kompetisi basket Amerika Serikat tersebut.

Sebagai pelengkap catatan manis dan sejarah baru Raptors, Kawhi Leonard sang bintang utama mereka juga berhasil merebut gelar MVP, yang selama dua musim berturut-turut dipegang Durant.