Kesuksesan Indonesia di Piala Bridge Asia yang berlangsung di China pada Sabtu (21/06/14) malam, diraih dari dua kategori, yaitu tim nasional senior Indonesia dan putri. Sayang tim putra gagal menyempurnakan pesta Indonesia setelah Taufik Asbi/Robert Tobing, Franky Karwur/Noldy George dan Giovani Watulingas serta NPC Julian Tosra dan Tim Manger Ilham Abdullah kalah dari Singapura.
Bertarung di Piala Bridge Asia yang berlangsung 12-22 Juni 2014, tim senior Indonesia yang diperkuat Henky Lasut, Eddy Manoppo, Munawar Sawiruddin, Bambang Hartono, Bert Toar Polii dan Tanudjan Sugiarto mengalahkan Australia di final yang berlangsung tiga session.
Di session pertama Indonesia menurunkan kombinasi Henky Lasut/Eddy Manoppo dan Munawar Sawiruddin/Bambang Hartono yang menang atas Henry Christie/Peter Buchen dan David Hoffman/Richard Brightling dengan skor 53,5-25 international match points (IMP).
Session kedua tim Indonesia memainkan kombinasi baru dengan mengganti pasangan Bambang Hartono/Munawar Sawiruddin dengan Munawar Sawiruddin/Bert Toar Polii melawan Australia yang mengganti pasangan David Hoffman/Richard Brightling dengan Arjuna De Livera/Bruce Neill.
Indonesia tetap unggul 52-31 IMP sehingga menambah keunggulan menjadi 105,5-56 IMP. Di session ketiga Indonesia tidak mengganti pemain dan Autralia kembali memainkan David Hoffman/Richard Brightling menggantikan Henry Christie/Peter Buchen.
Walaupun Indonesia kalah tipis pada session ini 37-40 IMP, Australia tidak mampu mengejar ketinggalan dan Australia meraih medali perak.
Di nomor ladies, Indonesia yang menurunkan Lusje Bojoh/Joice Tueje, Kristina Wahyu Murniati/Suci Amita Dewi dan Conny Sumampouw/Rury Andhani menjadi juara setelah mengalahkan Australia.