Kedatangan sang juara disambut oleh Supriano, selaku Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMP, Dirjen Pendidikan Dasar Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).
Pembinaan terhadap atlet catur dilakukan sejak dini melalui ajang 02SN.
"Sebagian besar peserta hasil seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Ini tahun ketujuh, Indonesia mengirimkan timnya. Alhamdulillah hasilnya memuaskan," bangga Suparno saat menjemput tim catur pelajar itu di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta (6/12/14).
Kemdikbud akan memberikan penghargaan dengan memberikan uang sebesar Rp12,5 juta untuk peraih medali emas dan Rp7,5 juta untuk medali perak.
"Untuk hadiah bagi peraih medali perunggu ada di direktorat lain karena masih duduk di bangku sekolah dasar," jelasnya.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Hashim Djojohadikusumo, mengatakan perolehan juara umum itu merupakan prestasi yang luar biasa.
"Ini tentu hal yang menggembirakan dan sangat membanggakan. Dengan 12 pecatur, kita bisa mengungguli ratusan pecatur dari tuan rumah Brazil," bangga Hashim.
"Para juara akan dikirim dalam kejuaraan dunia kategori pemuda di Yunani dan junior di Rusia pada 2015. Mereka tidak perlu lagi diseleksi, langsung dikirim," jelasnya.
Selain pembinaan sejak dini, Hashim menyebut latihan fisik sangat diperlukan karena pertandingan catur memerlukan waktu sekitar lima jam setiap harinya. Dalam satu turnamen terdapat 11 hari pertandingan.
Seorang peraih medali emas, Afifa Ayyun Faruq (14), mengatakan persaingan di turnamen itu cukup ketat. Afifa sungguh tak menyangka bisa menyabet emas.
"Saya memang senang catur sejak dulu. Cita-cita saya bisa menjadi juara dunia grandmaster catur," girang Afifa yang merupakan pelajar SMPN 4 Jakarta itu.
Grandmaster merupakan gelar tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang pemain catur.