Orang tua dari pecatur cilik, Aditya Bagus Arfan, Eka Prasaja menggarisbawahi bahwa sebagai orang tua, ia tidak mau berpolemik lebih jauh soal rencana kebijakan tersebut.
Ia hanya menekankan bahwa sebagai orang tua, pendidikan dan prestasi untuk seorang atlet muda harus bisa seiring sejalan.
"Bagi saya pendidikan tetap perlu bagi seorang atlet. Harus ada keseimbangan antara pendidikan dan prestasi," kata Eka saat dihubungi INDOSPORT.
Ditambahkan Eka, kita harus mencontoh negara yang maju di bidang olahraga seperti China misalnya. Menurut Eka, para atlet muda di China bisa berprestasi tapi pendidikan untuk mereka tetap berjalan.
"Mereka (atlet muda China) selepas belajar di sekolah baru belajar untuk prestasinya, entah itu atlet senam atau atlet cabor lainnya," kata Eka.
Aditya sendiri pecatur cilik yang sukses meraih medali emas dalam kejuaraan catur dunia yang berlangsung di Thailand pada Juni lalu.
Teranyar, Aditya baru saja pulang dari Rusia usai bergabung dengan tim Olimpiade Children Indonesia 2016. Aditya menjadi kontingen termuda Indonesia di ajang yang berlangsung di Yakutsk, Rusia.