Olimpiade 2016 tengah berlangsung saat ini di Rio de Janeiro, Brasil, dan kabar duka muncul di tengah pesta olahraga dunia tersebut. Seorang pelatih dayung asal Jerman, Henze, meninggal karena kecelakaan yang dialaminya.
Ia meninggal akibat mengalami cedera di bagian kepala, dan disinyalir mengalami pendarahan otak. Mantan atlet dayung di era 1990-an itu tewas, karena kecerobohan supir taksi dalam mengendarai mobilnya.
Saat tengah berkendara pulang ke kampung atlet bersama peneliti olahraga, Cristian Katini. Taksi yang dikendarainya terlibat kecelakaan, dan menabrak pembatas jalan yang terbuat dari beton. Pria berusia 35 tahun itu langsung dilarikan ke rumah sakit, untuk menjalani operasi besar di bagian kepalanya.

Henze dalam kondisi kritis, dan tak lama setelahnya, nyawa Henze tidak dapat diselamatkan. DOSB atau Asosiasi Olimpiade Jerman, mengonfirmasi kabar duka tersebut.
“Pelatih dayung Jerman di tim Olimpiade tak kuasa melawan pendarahan otak di depan hadapan keluarganya (Henze dinyatakan meninggal),” bunyi pernyataan DOSB, diberitakan Mirror.
“Kami sangat sedih hari ini. Kata-kata tak dapat menggambarkan situasi atas apa yang kami rasakan di tim Olimpiade setelah kehilangan besar ini,” imbuh Presiden DOSB, Alfons Hormann.
Kabar duka itu pun turut mendapatkan respon dari Komite Internasional Olimpiade (IOC), melalui Presiden mereka, Thomas Bach. IOC akan coba memberikan tribut kepada Henze, dengan mengibarkan bendera Jerman setengah tiang. Kontingen Jerman sendiri akan melakukan seremoni di kampung atlet, untuk Henze.
“IOC berduka atas kehilangan atlet sejati Olimpiade. Simpati kami bersama keluarga Stefan Henze, teman-temannya, dan seluruh tim Olimpiade Jerman. Kami akan mengenang kenangannya dengan menurunkan bendera Jerman setengah tiang di tempat-tempat Olimpiade,” imbuh Bach.