eSports

Tencent Ketiban Durian Runtuh dari PUBG Selama Lockdown Corona

Jumat, 15 Mei 2020 17:16 WIB
Penulis: Ester Marika | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Dot Esports
Tencent selaku pengembang game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile yang bermarkas di Cina meraup banyak keuntungan selama Lockdown. Copyright: © Dot Esports
Tencent selaku pengembang game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile yang bermarkas di Cina meraup banyak keuntungan selama Lockdown.

INDOSPORT.COM - Kebijakan lockdown atau karantina wilayah diterapkan di beberapa negara guna mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Semua orang terpaksa mengurung diri di rumah dan banyak menghabiskan waktu dengan bermain game. Jumlah gamer yang semakin meningkat ini membawa angin segar bagi industri eSports, setidaknya bagi pengembang game di Cina.

Tencent selaku pengembang game eSports PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile yang bermarkas di Cina telah meraup banyak keuntungan selama masa Lockdown menurut kanal teknologi Reuters.

Game andalan lainnya yaitu Honor of Kings juga turut menyumbang pemasukan cukup besar bagi Tencent.  Jika ditotal, penghasilan Tencent berkat Lockdown melonjak sebesar 31% menyentuh nominal 37,30 milyar Yuan (sekitar Rp 77 triliun). 

Pemasukan besar lainnya juga didapat dari penjualan skin game PUBG Mobile yang laris tiga kali lipat alias meningkat jadi 232 juta dolar Amerika (sekitar Rp 3,4 triliun) dari penghasilan tertinggi Tencent di Maret 2019 lalu. 

Jason Zhou sebagai ahli analis dari perusahan pengawas keuangan Guotai Junan Securities turut mencatat bahwa pendapatan pekerja ikutan bertambah dari yang rata - rata sebesar 62,9 Yuan (Rp131.899) naik tingkat jadi 85,2 Yuan (Rp178.662).

Penghasilan Tencent selama Lockdown sukses mengalahkan penghasilan tertingginya di bulan Maret 2019 lalu. Melihat pencapaiannya yang sangat signifikan ini membuat Tencent digadang - gadang sebagai perusahaan game paling raksasa di dunia berdasarkan penjualan. 

Tapi, Presiden Tencent bernama Martin Lau memprediksi bahwa penghasilannya akan mulai kembali normal pada 1 Mei mendatang dimana orang - orang mulai kembali bekerja dan berhenti bermain game.