eSports

Tak Munafik, Jess No Limit Akui Berhenti Jadi Atlet eSports karena Uang

Rabu, 27 Mei 2020 05:51 WIB
Penulis: Ester Marika | Editor: Yohanes Ishak
© Medium
Jessnolimit dan tim Evos Copyright: © Medium
Jessnolimit dan tim Evos

INDOSPORT.COM - Youtuber eSports ternama, Jess No Limit rela berhenti jadi atlet eSports dan lebih memilih berkarier di dunia maya karena alasan duit. 

Ia pun berbagi cerita melalui video tanya jawab berdurasi setengah jam bersama caster eSports, yang diunggah di akun Youtube Ranger Emas. 

Pria bernama lengkap Tobias Justin ini tak menampik bahwa berkarier menjadi seorang streamer atau Youtuber mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhannya. 

"Sebetulnya gua pengen banget ngerasain ngangkat piala gimana, tapi gua butuh duit buat nikah, bahagiain orang tua, jadi gua lebih pilih jadi youtuber"

Dengan profesinya sekarang menjadi seorang Youtuber, Jess No Limit mampu mengumpulkan penghasilan dua digit sebulan setara gaji nya saat masih menjadi pro player sebagai pemenang di satu laga. Bahkan, ia kini bisa memiliki mobil mewah Ferrari yang jarang dimiliki banyak orang.

Tidak sampai disitu, mantan juara dunia Mobile Legends ini berbagi cerita bagaimana susahnya sebelum menjadi Youtuber ternama. Ia sempat jadi penjual voucher pulsa sampai jadi joki bagi pemain Singapura. Penghasilan menjadi joki sebesar Rp10 juta ia jadikan modal diawal kala ia tidak mendapat keuntungan sebagai Youtuber. 

Belajar dari seorang streamer sukses, ia pun membagikan kiat bahwa untuk jadi Youtuber sukses seperti dirinya perlu ketekunan dan konsistensi. Sebagai youtuber ternama ia juga harus pandai menentukan konten yang disukai dirinya dan penontonya. 

Bahkan, Jess No Limit sempat menyebut nama RRQ Lemon sebagai sosok yang dikaguminya karena konsisten dan terus berkembang  sebagai seorang pro player eSports.

Sampai sekarang mantan pensiunan tim legendaris, EVOS Legends ini telah memiliki 13,5 juta pelanggan di Youtubenya dan berambisi untuk menjadi Youtuber gaming nomor 1 se-Asia Tenggara dengan target 15 juta pelanggan.