Ajang yang dipilih sebagai kesempatan menimba ilmu adalah turnamen Taiwan Terbuka pada akhir 2014. Setelah Taiwan Terbuka, PJSI memberi tambahan waktu bagi ketiga pejudo untuk menjalani waktu latihan di Korea Selatan (Korsel).
Turnamen ini dianggap pas sebelum pejudo Indonesia berlaga di Asian Games 2014 yang akan berlangsung di Incheon, Korea Selatan, 19 September-4 Oktober 2014. Ketiga pejudo yang akan dikirim ke Taiwan adalah Horas Manurung yang bertarung kelas -90kg, Iksan Apriyadi -73 kg dan Puthu Wiradamungga Adesta di kelas 81 kg.
“Di Taiwan nanti, ketiga pejudo tidak sekadar tampil dalam suatu kejuaraan internasional, juga melakukan latihan teknik dan fisik. Melalui latihan teknik dan fisik dapat dijadikan senjata utama saat tampil dalam Taiwan Terbuka,” kata Irwan Prakarsa.
Sebelum terbang ke Taiwan, Horas Manurung, Iksan Apriyadi dan Puthu Wiradamungga Adesta tetap berlatih dalam program pemusatan latihan nasional (pelatnas). Selama pelatnas, ketiganya mendapat lawan dari atlet pelatda DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Meski kualitas lawan di pelatnas tidak seimbang, namun kesempatan ini menjadi sangat berarti karena program latihan tetap berjalan dan kondisi atlet tetap terjaga. Setelah Taiwan, ketiga pejudo masih punya kesempatan menempa diri di Korsel sebelum kembali ke Tanah Air.