Sumbangan satu emas dari Agus Prayogo menambah koleksi emas Indonesia di cabang olahraga atletik mejadi tiga buah. Sebelumnya emas yang dikanrongi Indonesia diberikan Triyaningsih yang menjuarai nomor 5.000 meter dan Hendro yang meraih emas dari nomor jalan cepat.
"Bisa dikatakan hari ini saya balas dendam setelah kurang bagus di nomor 5.000 meter. Terima kasih kepada semua pihaknya yang telah memberikan dukungan selama ini," kata Agus Prayogo seperti dilansir Antara.
Pelari jarak jauh andalan Indonesia ini menyelesaikan 24 putaran lintasan lari Stadion Nasional, Singapura dengan catatan waktu 29 menit 41,56 detik. Medali perak direbut atlet Thailand, Boonthung Srisung dengan waktu 30 menit 5,22 detik sementara perunggu diambil atlet Myanmar, San Naing dengan waktu 30 menit 26,23 detik.
Menurut Agus, kemenangan yang diraih di Singapura ini cukup membanggakan karena mampu mengambil kembali emas yang sebelumnya terlepas di SEA Games 2013 Myanmar.
"Terakhir saya merebut emas pada SEA Games 2011. Setelah itu emas terlepas karena saya sakit. Makanya saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengambilnya di sini dan akhirnya dapat," kata pria yang telah mengoleksi empat emas dari ajang kejuaraan dua tahunan terbesar di Asia Tenggara itu.
Agus yang juga merupakan prajurit TNI ini memang terlihat meyakinkan saat star dimulai. Agus Prayogo terus memimpin sejak putaran pertama. Saat itu semua peserta yang turun jaraknya dekat. Namun, pada putara keenam, Agus mulai memisahkan diri dengan yang lain.
"Memang benar, saya meningkatkan kecepatan. Hasil tarik dari awal sangat bagus. Akhirnya saya kembali bisa membawa medali emas," ucapnya.
Agus menegaskan, apa yang dia lakukan pada kejuaraan dua tahunan ini bisa dikatakan sebagai perjudian karena dirinya mempunyai prinsip akan terus didepan meski hal tersebut mengancam hasil akhirnya. Namun, langsung tarik yang dilakukan justru berbuah manis bagi dirinya dan Indonesia.