Dilansir dari The Sun, dalam perlombaan lari tersebut, salah seorang peserta bernama, Alex mendadak terjatuh sambil memegang kakinya.
Ia dikabarkan mengalami sakit pada betisnya, tidak lama kemudian, tim medis yang berada di tempat langsung bergerak cepat untuk menolongnya.
Namun yang terjadi adalah pria berusia 36 tahun itu menolaknya karena ia masih ingin mendapatkan medali dan tetap mau mencoba untuk menyelesaikan lomba.
Hal ini pun membuat beberapa peserta lain yang melihat Alex, menggendongnya untuk dapat terus berlari hingga ke garis finish.

“Saya bertanya kepadanya, apakah dia baik-baik saja? Ia menjawab, saya tidak bisa berhenti kalau belum finis, maka saya pun membawanya sejauh 26mil,” jelas sosok yang namanya tak ingin disebutkan tersebut.
Situasi ini tentu mengingatkan kita kepada pelari asal Inggris, Derek Redmond yang dirinya juga tak ingin berhenti mencapai garis finish, padahal dirinya sudah mengalami cedera parah dan sudah berada dalam posisi paling terakhir.
Hingga akhirnya, ia sendiri pun berhasil melari dengan terpincang-pincang, namun bedanya tidak ada yang membantu Derek seperti Alex yang digendong. Kala itu, Derek hanya dibantu ayahnya yang memberikan semangat dari sebelahnya, sehingga Derek hingga kini selalu dijadikan cerita motivasi.
Meski demikian, pastinya Alex juga serupa karena memang ia memiliki tujuan untuk mengakhiri perlombaan dengan baik.