Olimpiade Rio 2016

Raih Medali di Olimpiade, Atlet Ini Diancam Akan Dibunuh

Rabu, 24 Agustus 2016 10:52 WIB
Editor:
 Copyright:

Malang benar nasib pelari maraton asal Ethiopia, Feyisa Lilesa. Usai meraih medali perak di Olimpiade Rio 2016, ia malah ketakutan untuk pulang ke tanah airnya. 

Lilesa mengaku keselamatannya terancam jika kembali ke Ethiopia. 

"Jika saya kembali ke Ethopia, mereka akan membunuh saya atau jika saya tidak dibunuh, saya akan dijebloskan ke penjara," kata Lilesa seperti dilansir dari nytimes.com

Mengapa Lilesa ketakutan hingga sampai mengatakan akan dibunuh? Dan siapa pelaku yang mengancam keselamatan pelari berumur 26 tahun tersebut. 

Lilesa yakin keselamatannya terancam pasca aksi protes yang ia tunjukan usai meraih medali perak Olimpiade Rio 2016. Usai mencapai garis finis, Lilesa menyilangkan kedua tangannya sebagai tanda protes. 

Aksi silang tangan tersebut merupakan gerakan protes yang dilakukan etnis Oromo kepada tindakan brutal pemerintah Ethopia kepada mereka. Lilesa berasal dari etnis Oromo. 

"Pemerintah Ethiopia membunuh orang Oromo dan mengambil tanah serta sumber daya mereka. Kami tentu saja memprotes tindakan tersebut dan saya mendukung tindakan protes itu karena saya orang Oromo," kata Lilesa. 

Lilesa sendiri mengaku merencanakan akan pindah warga negara usai aksi protesnya ini. Selain mendapat ancaman pembunuhan, Lilesa juga akan dihadapkan pada sanksi dari badan International Olympic Committee (IOC), pasalnya IOC melarang setiap atlet mengungkap pendapat politik mereka. 

324