Kemenpora Perjuangkan Silat Masuk Olimpiade

Senin, 8 September 2014 18:44 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Pemerintah hingga saat ini sudah menempuh cara-cara agar mendapatkan pengakuan dari UNESCO bahwa pencak silat sebagai seni beladiri asli Indonesia. Meskipun pencak silat sudah membudaya di Asia Tenggara, Asia dan internasional, seni beladiri itu belum diakui UNESCO menjadi budaya Indonesia.

“Kemenpora terus melakukan lobi-lobi agar pencak silat yang asli budaya Indonesia bisa terdaftar UNESCO dan dipertandingankan di olimpiade," kata Asisten Deputi Pengembangan Penghargaan dan Promosi Kemenpora Candra Bakti.

Kemenpora bersama berbagai perguruan pencak silat di Indonesia terus berupaya, seperti menggelar dan mengikuti festival di luar negeri. Namun, ternyata Malaysia juga lebih bersemangat mengikuti dan mengklaim seni budaya negara serumpun mereka.

Kemenpora perlu mengingatkan agar semua yang terlibat dan pemerhati pencak silat memberikan dukungan agar olahraga asli Indonesia bisa dipertandingkan di ajang multievent, seperti olimpiade.

Menyinggung peringatan Haornas yang dipusatkan Stadion Sriwedari Solo, 9 September 2014, dijadwalkan dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Boediono. Boediono akan memberi penghargaan kepada 700 atlet berprestasi, akan tetapi diwakili 14 atlet dari SD, SMP, SMP, mahasiswa dan mantan atlet.