Imam Nahrawi ditunjuk Presiden Jokowi untuk menggantikan Roy Suryo pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014.
"Saya meminta Pak Imam Nahrawi dapat mengawal prestasi olahraga dan pemuda. Serta mengawal persiapan Asian Games 2018," ujar Presiden Joko Widodo saat mengumumkan susunan ‘Kabinet Kerja’ di Istana Merdeka Jakarta.
Pria kelahiran Kabupaten Bangkalan, Jawa Tengah 8 Juli 1973, saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jendral DPP PKB. Suami dari Shobibah Rahmah, juga tercatat sebagai anggota MPR RI dua periode (2004-2009 dan 2009-2014) juga menjabat sebagai direktur intervensi Surabaya dan CV. Alhidayah Surabaya.
Pendidikan formal dijalani di SDN Bandung Bangkalan tahun 1980-1986, SMPN Konang Bangkalan tahun 1986-1989, MAN Bangkalan tahun 1989-1991, dan IAIN Sunan Ampel Surabaya tahun 1998.
Menpora baru Indonesia ini memiliki gagasan untuk mengembalikan peran politik sipil secara partisipatif demi terwujudnya aspirasi rakyat yang reformatif serta mengembalikan citra lembaga dan pribadi legislatif sebagai wakil rakyat yang hakiki.
Saat menempuh pendidikan di bangku kuliah Imam aktif dalam kegiatan organisasi, seperti menjadi Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya 1994-1995. Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Umum (Ketum) PMII Jatim 1997, dan menjadi Ketum DKN Garda Bangsa 2002.
Seluruh rakyat Indonesia, khususnya pecinta olahraga berharap, Menpora baru ini dapat memajukan olahraga Indonesia untuk meraih prestasi di kancah internasional, baik di Asia maupun dunia.