Mayoritas Atlet Rusia Terlibat Doping

Kamis, 4 Desember 2014 22:25 WIB
Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Lewat program yang disiarkan stasiun Das Erste menyebutkan bahwa para pejabat Rusia secara sistematis menerima pembayaran dari para altet untuk mendapatkan bahan yang dilarang dan menutup-nutupi tes doping.

Badan antidoping dunia, WADA, sudah menegaskan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait dugaan ini. Federasi Asosiasi Atletik Internasional, IAAF, juga diduga menutup-nutupi masalah tersebut.

Namun kantor berita BBC secara independen belum berhasil memastikan dugaan dari program dokumenter itu dan masih menunggu jawaban dari para atlet yang diduga terlibat.

Dalam program tersebut juga ada pengakuan dari seorang mantan atlet lempar cakram, Rusia, Yevgeniya Pecherina yang mengatakan, sebagian besar, 99% atlet yang terpilih untuk mewakili Rusia menggunakan bahan terlarang.

"Anda benar-benar bisa mendapatkan semuanya," ucap atlet perempuan berusia 25 tahun tersebut dalam pengakuannya.

Saat ini Pecherina sedang menjalani hukuman larangan tanding 10 tahun karena doping, dan larangan akan berakhir pada tahun 2023.

Pengakuan serupa diutarakan Liliya Shobukhova, mantan juara Maraton London tahun 2010, mengaku membayar Federasi Atletik Rusia sebesar 450 ribu euro atau sekitar Rp6 miliar karena terlibat doping.

Saat ini dia sedang menjalani sanksi larangan dua tahun karena ditemukan kejanggalan di paspor biologisnya.

Beberapa atlet lain yang juga diwawancara, antara lain, pelari 800 meter putri Mariya Savinova, yang mengaku menggunakan zat terlarang steroid oxandrolone.

Saat menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin di Sochi awal tahun ini, Rusia berada di peringkat satu perolehan medali. Namun saat ini 67 atlet Rusia terkena sanksi karena doping.