Kemenpora Bertekad Setop Kerusuhan Suporter

Kamis, 11 Desember 2014 15:42 WIB
Penulis: Riki Ilham Rafles | Editor: Brian Yosef
© Riki ILham Rafles/INDOSPORT
Kemenpora Gelar Diskusi Terkait Kisruh Suporter‏ Copyright: © Riki ILham Rafles/INDOSPORT
Kemenpora Gelar Diskusi Terkait Kisruh Suporter‏

Dengan misi tersebut, Kemenpora pun menyelenggarakan diskusi bertajuk "Perilaku Suporter di Indonesia dan Pola Pembinaan yang Seharusnya Berlangsung" di kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (11/12/14).

Upaya untuk menyelesaikan permasalahan kisruh yang melibatkan suporter klub-klub di tanah air tidak pernah menemui solusi tepat. Hal itu yang menjadi sorotan salah satu pembicara, Ary Julianto, dari Tabloid Bola.

Menurutnya, kasus pelanggaran di luar lapangan tidak pernah diusut tuntas oleh pihak keamanan sehingga para suporter itu tidak mendapat efek jera.

"Kisruh suporter ini sudah ada sejak lama, dan terus berulang. Penanggulangan kisruh sulit dilakukan sendiri oleh PSSI. Seperti kasus suporter Persib pulang dari Palembang, aparat keamanan tidak mengusut tuntas. Jadi para pelaku itu merasa bebas melakukan kekerasan dan pelanggaran lagi," jelas Ary.

Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S Dewa Broto, mengatakan pihaknya akan membuat sebuah langkah baru untuk mencegah kisruh suporter lebih lanjut. Menurutnya, pihak klub juga harus diberi tugas untuk membina para suporter karena mereka yang lebih sering berhubungan secara langsung.

"Kita akan beri penekanan kepada pengurus klub juga. Jadi nanti tidak hanya PSSI dan Kepolisian saja yang menanggung ketika ada kisruh," imbau Gatot.

"Sudah saatnya disusun rancangan peraturan Undang-Undang baru atau merevisi KUHP mengenai pertanggung jawaban pidana bagi ketua kelompok atau paling tidak dengan kekuatan hukum yang jelas. Sehingga kelompok suporter yang melakukan tindak pidana yang sudah meresahkan dapat dibubarkan," tegasnya.

Gatot juga berniat untuk mengadakan program jambore nasional suporter agar semua pihak dapat berinteraksi langsung satu sama lain dalam mencari solusi menghentikan kekisruhan antar suporter.

"Kami tidak akan melakukan pertemuan apple to apple saja, tapi akan lakukan bareng-bareng. Karena seperti forum diskusi Pak Menteri sebelum-sebelumnya itu kan kolektif dan saling mendengarkan. Biar ada rasa malu kalo mereka masih melakukan hal yang sama," usul Gatot.

"Kami akan coba usulkan sanksi kepada penanggung jawab suporter itu sendiri. Karena selama ini kan tidak ada, jadi mereka selalu saja berdalih yang berbuat rusuh itu oknum atau itu bukan anggota kami," lanjutnya.

2