"Kita banyak lho surfer potensial. Yang kecil-kecil itu bakatnya sudah kelihatan banget," ujar perempuan yang juga merupakan penulis buku berjudul Melody Beach itu, saat ditemui di sela-sela acara grand opening Quiksilver di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (20/12/14).
Namun menurut perempuan 34 tahun itu, untuk menunjang bakat atlet muda selancar atau biasa disebut surfer, pemerintah harus lebih fokus melakukan peningkatan fasilitas mendasar dan mencari titik-titik lokasi baru yang potensial dijadikan tempat surfing.
Gemala yakin sebenaranya banyak daerah di Tanah Air yang memiliki potensi besar menjadi lokasi surfing yang diminati banyak orang asal digarap dengan serius.

"Masalahnya kan mereka kadang tidak tahu tempat-tempat yang bagus buat surfing. Jadinya kurang terekspos kan. Tapi kalo mereka tahu biasanya akan dimaksimalkan promosinya," kata Gemala.
"Tapi sebenarnya yang dibutuhkan surfer luar yang datang itu kan kebutuhan mendasar seperti listrik, tempat hunian, sama jalan. Ya bagusnya pemerintah lebih fokus mengembangkannya ke hal mendasar itu saja, karena kalau itu sudah bagus otomatis banyak yang datang," sambung dia.
Saat ini tidak sedikit surfer profesional Indonesia yang bisa menikmati uang hasil dari kerja keras mereka mengikuti kompetisi-kompetisi surfing baik di tingkat nasional, maupun internasional.
Karena ketika prestasi berhasil ditorehkan, maka tidak sedikit merk dagang yang menawarkan menjadi sponsor sang atlet, seperti yang dilakukan oleh appareal Quiksilver.
"Kami mencari yang benar-benar ingin menjadi seorang surfer profesional. Kita memang banyak memiliki surfer potensial, tapi tidak semua punya keinginan untuk serius," ujar Manajer Public Relation Quiksilver Indonesia, Kirana Wulandari.
Tak hanya sampai di situ saja, Quiksilver sendiri membuktikan keseriusannya dalam mengembangkan olahraga surfing di Indonesia dengan mengadakan kompetisi berskala nasional maupun internasional.
"Kejuaraan yang biasa kami adakan lebih banyak di Bali. Tapi kalau daerah dekat Jakarta biasanya kami adakan di Cimaja. Kami sangat concern dengan surfing. Tapi tidak hanya sekedar olahraga saja, karena kami juga fokus ke permasalahan alam, bagaimana cara membuat peduli kepada alam itu sendiri," pungkas Kirana.