PB PASI mendatangkan pelatih dari Jerman, yang tengah melakukan coaching clinic sejak, Senin 5 Januari lalu hingga Jumat tanggal 9 Januari mendatang.
Kedatangan pelatih asal Jerman itu dinilai sangat bermanfaat untuk perkembangan atlet di Indonesia, mereka datang khusus untuk melatih cabor lempar cakram dan lontar martil.
Salah satu atlet yang mendapatkan pengalaman dari pelatij Jerman tersebut adalah Hardyansyah. Menurutnya gaya kepelatihan dari sisi Jerman sangat berbeda jauh dengan Indonesia.
"Mereka di sini sangat memperhitungkan setiap detail dalam sesi pelatihan, layaknya seperti di Jerman, dengan isi penilaian mentalitas, ilmu gizinya, fisiologinya sangat diperhatikan sekali," kata Hardyansyah.
"Jadi kami sangat ketinggalan jauh sekali dalam metode latihan," sambung atlet lontar martil itu saat ditemui usai latihan di Stadion Madya, Senayan Jakarta.
Lebih lanjut, Hardyansyah juga mengaku akan ada sedikit perubahan yang terjadi dalam gaya atletik di Indonesia, khususnya di cabor yang dia geluti.
"Sejak dia (pelatih Jerman) datang ke sini (Indonesia) mungkin nantinya akan ada sedikit perubahan untuk atetik, terutama di cabang olahraga lempar martil di Indonesia," tutup Hardyansyah.