Target masuk 30 besar akan tercapai setidaknya dengan merebut minimal dua emas dari sembilan cabang olahraga yang rencananya diberangkatkan.
"Di Olimpiade London, kita hanya finis di posisi 63. Untuk Olimpiade Brasil, kita harus mampu menembus 30 besar," kata Djoko Pekik Irianto di Jakarta.
Untuk merealisasikan target memang bukan perkara yang mudah. Hanya saja jika dilakukan persiapan yang baik oleh KONI, KOI maupun Satlak Prima maka peluang untuk memenuhi target akan terbuka lebar.
Pada even empat tahunan tersebut, Indonesia berpeluang mengirimkan atlet dari sembilan cabang olahraga, yaitu bulutangkis, angkat besi, dayung (rowing-kanoing), renang, sepeda BMX, voli pantai, berkuda, panahan dan atletik.
"Bulutangkis dan angkat besi mempunyai peluang terbesar menyumbangkan emas. Tapi kami berharap semua cabang juga bisa maksimal," tambah Djoko Pekik.
Di Olimpiade 2012 di London, kontingen Indonesia yang berkekuatan 22 atlet hanya mampu meraih satu perak dan satu perunggu. Dua medali semuanya dipersembahkan oleh atlet angkat besi, yaitu Triyanto dan Eko Yuli.
"Semoga di Olimpiade Brasil jumlah atlet yang berangkat bertambah. Yang jelas, atlet yang dikirimkan harus berpeluang mendapatkan medali," jelas Djoko.
Komandan Satlak Prima Suwarno menjelaskan sebelum turun di Olimpiade Brasil, semua atlet yang akan diberangkatkan akan menjalani pemusatan latihan baik di dalam maupun luar negeri.
"Lokasi pemusatan latihan kita belum bisa menentukan. Yang jelas, untuk persiapan Olimpiade Brasil membutuhkan anggaran Rp395 miliar," ujar Suwarno.
Dari jumlah dana yang dibutuhkan tersebut, saat ini yang telah dipegang baru Rp250 miliar atau sama dengan anggaran untuk Olimpiade London. Pihaknya akan mengajukan penambahan dana sesuai kebutuhan.
"Kalau disetujui pemusatan latihan akan bisa lebih lama, bisa juga untuk penambahan pelatih asing, gizi atlet, akomodasi dan konsumsi hingga suplemen,” jelasnya.